VIVA – Gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham mengakui timnya gagal membongkar pertahanan Ghana setelah bermain imbang tanpa gol pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026, Rabu 24 Juni 2026.
Meski mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 79 persen dan melepaskan 19 tembakan, The Three Lions harus puas berbagi satu poin.
Hasil imbang tersebut membuat Inggris tetap memuncaki klasemen sementara Grup L dengan koleksi empat poin. Raihan itu sama dengan milik Ghana yang berada di posisi kedua.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Winslow Townson
Dikutip dari laman resmi FIFA, Bellingham memberikan apresiasi kepada Ghana yang dinilai berhasil menjalankan strategi bertahan dengan sangat baik. Menurut gelandang Real Madrid itu, Inggris tidak mampu memanfaatkan dominasi permainan menjadi gol.
"Ini adalah salah satu hal yang bisa saja terjadi. Apresiasi untuk Ghana. Mereka mendapatkan apa yang mereka targetkan dari pertandingan ini," kata Bellingham.
"Kami tidak benar-benar mampu membongkar pertahanan mereka, bahkan dengan semua sepak pojok, penguasaan bola, dan semua tembakan ke gawang yang kami ciptakan," lanjutnya.
Selain menyoroti jalannya pertandingan, pemain berusia 22 tahun itu juga memastikan kondisi ruang ganti Timnas Inggris tetap kondusif setelah hasil mengecewakan tersebut. Ia menegaskan tidak ada kepanikan maupun konflik di dalam tim.
"Saya memang masih muda, tetapi saya tetap salah satu pemain berpengalaman di ruang ganti. Tidak ada kekhawatiran, tidak ada stres, dan tidak ada drama sama sekali di sana," ujar Bellingham.
Ia mengatakan seluruh pemain berusaha menjaga suasana positif menjelang laga terakhir fase grup. Menurutnya, empat poin yang sudah dikumpulkan masih menempatkan Inggris dalam posisi yang baik untuk lolos ke fase berikutnya.
"Pesan saya hanya memastikan agar kami tetap positif dan menjaga atmosfer bagus yang sudah terbangun. Kami telah mengumpulkan empat poin, itu menempatkan kami pada posisi yang bagus. Ini bukanlah akhir dari segalanya," kata Bellingham.
Inggris masih memiliki peluang besar untuk mengunci status juara Grup L. Pada pertandingan terakhir fase grup, tim asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan menghadapi Panama yang saat ini menjadi tim dengan performa terlemah di Grup L.





