Kamis, BMKG: Langit Indonesia didominasi berawan hingga awan tebal

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan langit Indonesia pada Kamis didominasi cuaca cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal.

Prakirawan cuaca BMKG Lintang dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Kamis, mengatakan cuaca tersebut diperkirakan terjadi di Medan, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta.

"Kemudian potensi cerah berawan, berawan, hingga berawan tebal, terdapat di Denpasar, Kupang, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari," kata Lintang.

Baca juga: Sebagian Jakarta diperkirakan hujan pada Kamis pagi hingga malam

Untuk Indonesia bagian timur, lanjut dia, terdapat potensi hujan sedang di Nabire, potensi hujan ringan di Mamuju, Kendari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Kemudian untuk Indonesia bagian barat, kata dia, perlu mewaspadai terdapat potensi hujan ringan di sebagian besar Sumatera, Serang, Surabaya, dan sebagian besar Kalimantan.

Dalam kesempatan itu Lintang menyebutkan bahwa sirkulasi siklonik diperkirakan terbentuk di Samudera Pasifik timur laut Papua dan sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Papua, Papua Pegunungan, Samudera Pasifik utara Papua, serta di sekitar sirkulasi tersebut.

Baca juga: BNPB imbau kesiapsiagaan atas peringatan cuaca ekstrem di 26 provinsi

Daerah perlambatan angin atau konvergensi lain diperkirakan terbentuk di Samudera Hindia barat Sumatera, Perairan utara Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Sedangkan daerah pertemuan angin atau konfluensi juga diperkirakan terbentuk di Laut Flores, di Selat Malaka, Perairan Kepulauan Riau, Perairan Kepulauan Bangka Belitung, Selat Karimata, Laut Natuna, Laut China Selatan, Selat Makassar, Laut Halmahera, dan perairan utara Papua.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertemuan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi tersebut," kata Lintang.

Baca juga: BMKG: Gempa M6,8 di Jepang tak berpotensi tsunami di Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salah Sasaran, Ibu dan Anak Jadi Korban Pelemparan Bom Molotov di Koja | BORGOL
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Ungkap Rampasan Korupsi K3, Puluhan Tas Bermerek hingga Mobil Mewah
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Di Balik Layar Iran Mengalah? Pengakuan Trump Memicu Kontroversi Internasional
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Pemkot Pekanbaru Gratiskan SMP Swasta-MTs, Implementasi Zero Putus Sekolah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Akademisi Usulkan Transformasi Kultur di Internal Polri melalui Pendidikan dan Konsolidasi
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.