PDIP Minta Publik Tak Generalisasi Mahasiswa Usai Kasus Ketua BEM UBK

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Politikus PDI Perjuangan Aria Bima meminta publik tidak menggeneralisasi seluruh gerakan mahasiswa menyusul mencuatnya pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang mengaku menerima uang Rp20 juta terkait aksi demonstrasi mahasiswa.

Ia menilai berbagai ekses yang muncul dalam gerakan mahasiswa, seperti adanya dugaan pembayaran massa aksi, tindakan anarkis, maupun pernyataan yang dinilai kurang santun, tidak bisa dijadikan dasar untuk memberikan stigma negatif kepada seluruh mahasiswa.

"Hal-hal yang menyangkut ekses-ekses, ada yang dibayar, ada yang kadang anarkis berlebihan, ada yang kadang ngomongnya tidak santun, itu bagian dari proses kematangan dan kedewasaan. Tapi tidak bisa digebyah-uyah kemudian seluruh mahasiswa yang kritis ini distigmakan dengan tingkat standar etika dan moral yang rendah," kata Aria Bima, Kamis, 25 Juni 2026.

BACA JUGA:Gerindra: Jangan Sampai Isu Kasus Suap UBK Jadi Jurang Pemisah Prabowo dan Gibran

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan sikap kritis mahasiswa terkadang memang disertai tindakan yang provokatif atau emosional.

Namun, hal tersebut tidak boleh menghilangkan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang melalui pengalaman politik mereka.

“Mahasiswa juga punya hak untuk melakukan kesalahan. Mereka tidak harus sempurna seperti pejabat publik yang setiap ucapan dan tindakannya harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia meminta publik tidak membesar-besarkan kesalahan yang dilakukan mahasiswa yang belakangan melakukan unjuk rasa.

“Namanya juga mahasiswa. Hampir semua tokoh politik ketika masih menjadi mahasiswa pernah melakukan kesalahan. Mahasiswa juga punya hak untuk melakukan kesalahan. Tidak harus perfect seperti anggota DPR atau pejabat publik," imbuhnya.

BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Novia Rahmadhani Sihotang Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia

Lebih lanjut, ia menyinggung banyak presiden juga pernah dikritik oleh mahasiswa.

"Dulu Bung Karno juga dikatakan Bung Karno babi anjing peking, Bu Mega itu dulu dikatakan mulutnya bau solar digambar gitu kan. Dulu Pak SBY itu kerbo dibawa ke Bundaran HI ditulisi SBY koyo kebo plonga-plongo. Ya itulah mahasiswa. Itu mahasiswa kalau narasi-narasinya terlalu maksimal kadang narasi-narasinya itu ekstrem," paparnya.

Meski demikian, Aria mengingatkan bahwa mahasiswa juga harus siap menerima konsekuensi hukum apabila melakukan tindakan yang melanggar aturan, termasuk tindakan anarkis saat demonstrasi.

"Kalau sudah melakukan berbagai tindakan yang melawan hukum, ya jangan cengeng. Kalau ditangkap polisi, ya itu bagian dari proses pembelajaran politik," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Bangkit Lebih dari 2 Persen, Rebound Sesaat atau Berlanjut?
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Warga Sipiongot Senang karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Jepang Bertahan, Venezuela Hancur: Pelajaran dari Dua Gempa Besar Hari Ini
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Antre Biosolar Mengular di SPBU Surabaya Raya, Pertamina Tambah 12 Tangki Percepat Distribusi Dalam 2 Hari
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dubes Rusia: Kami Siap Damai dengan Ukraina, tetapi Ada Syaratnya
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.