Grid.ID - Kesaksian mantan istri dari Taufik Hidayat akhirnya muncul permukaan. Ya, sang mantan istri curhat ke Dedi Mulyadi soal tabiat mantan suaminya itu.
Dimana keduanya diketahui hanya berhasil membina rumah tangga selama dua minggu. Dan setelahnya memutuskan untuk berpisah.
Hal itu pun diungkap mantan istri Taufik langsung saat curhat ke Dedi Mulyadi.
"Teteh mantan istrinya?" tanya Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Kamis (25/6/2026).
"Pacaran lama sama Taufik Hidayat dulu? imbuh pria yang akrab disapa KDM itu.
Ditanyai hal demikian, mantan istri dari Taufik Hidayat mengaku hanya pacaran selama empat bulan. Kemudian menikah tahun 2015, hamil dan kemudian berpisah dua minggu setelahnya.
"Nggak, nggak lama cuma empat bulan," ucap mantan istri Taufik Hidayat.
"Kemudian nikah tahun berapa?" tanya KDM penasaran.
"2015," jawab mantan istri Taufik Hidayat polos.
"Dan punya anak kan? Berumah tangganya berapa lama? tanya Dedi.
"Nggak lama, dua minggu," jawabnya.
Tak berhenti sampai di situ, saat curhat ke Dedi Mulyadi, mantan istri Taufik juga mengaku suka diancam dan pernah pula melempar helm.
"Waktu nikah selama dua minggu kenapa ditinggalkan?" tanya Dedi Mulyadi
"Jadi kalau misalkan marah sini mas kawin gitu, sama cincin tunangan dibawa semua. Jadi kalau masalah kecil itu digede-gedein, cemburuan, sampai misalkan yah maap kalau dia minta (berhubungan intim) suka marah-marah gitu.
Namanya kondisi lagi ngidam kan gimana yah, pusing gitu kan dia pengen. Suka banting helm gitu, tapi kasar mah enggak cuma gituan," tandasnya.
Sekedar informasi, sebelumnya, publik digegerkan dengan aksi pelaku penganiayaan Taufik Hidayat (30), yang diketahui menyekap pacarnya sendiri yakni YTR. Mengejutkannya lagi, aksi penyekapan dan penganiayaan itu sudah berlangsung selama tiga tahun.
Melansir dari Kompas.com, kasus ini juga berhasil diketahui usai korban diantarkan dalam kondisi mengenaskan ke IGD RSHS Bandung. Kondisi korban saat itu juga terlihat mengenaskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pihak keluarga tiba-tiba menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal pada Rabu (10/6/2026) malam yang mengabarkan bahwa korban tengah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan dalih mengalami kecelakaan.
Polisi juga sempat menjadi TH sebagai DPO (buron) sebelum akhirnya berhasil ditangkap. (*)
Artikel Asli




