Otoritas Amerika Serikat (AS) mengerahkan bantuan untuk Venezuela setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut. Washington juga menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Caracas.
"Kami sedang menjalin komunikasi dengan otoritas setempat dan mengerahkan bantuan," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) AS Christopher Landau, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6/2026).
Dua gempa bumi dahsyat mengguncang area sebelah barat ibu kota Caracas di Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat bahwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 mengguncang area berjarak 160 kilometer dari Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, gempa dengan Magnitudo 7,5 terjadi.
Gempa ini diperkirakan memakan banyak korban jiwa dan memicu kerusakan parah di negara Amerika Selatan tersebut. Namun otoritas Venezuela belum secara resmi mengumumkan korban tewas atau korban luka, juga kerusakan yang ditimbulkan gempa tersebut.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan status keadaan darurat dalam pidatonya pada Rabu (24/6) waktu setempat, imbas gempa dahsyat tersebut.
Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas, namun tidak menyebutkan secara jelas jumlah korban tewas maupun korban luka.
Rodriguez juga mengumumkan bahwa Bandara Simon Bolivar di area Maiquetia, dekat Caracas, ditutup akibat kerusakan yang dipicu gempa.
(nvc/ita)





