HARIAN.FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY—Jerman akan menghadapi Ekuador di laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Tim Panser bertekad menjaga momentum saat Ekuador juga dituntut wajib menang.
Der Panzer menyongsong laga di Stadion MetLife di New Jersey pada Jumat dini hari dengan status pemuncak klasemen dan sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.
Sukses mereka bangkit dari ketertinggalan dan menang 2-1 atas Pantai Gading setelah sebelumnya menghajar Curacao dengan kor 7-1 membuat anak asuh Julian Nagelsmann tidak mungkin lagi tergusur dari posisi pertama.
Meski begitu, Die Mannschaft tidak akan berkompromi menghadapi Ekuador. Jerman bertekad mempertahankan awal sempurna mereka di Piala Dunia 2026 untuk menjaga kepercayaan diri dan motivasi jelang fase knockout.
“Kita harus tetap dalam performa terbaik karena setiap kemenangan itu baik untuk kita,” kata gelandang serang Nadiem Amiri dikutip dari Reuters.
Amiri menegaskan bahwa ini juga penting bagi penggemar mereka yang sudah datang jauh-jauh ke Amerika Utara. Menurutnya, mereka layak dihargai dengan penampilan dan hasil bagus.
“Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami dengan banyak penggemar yang datang dari Jerman, jadi kami ingin memenangkannya 100 persen dan kami akan bermain dengan intensitas maksimal,” tegasnya.
Kendati demikian, Julian Nagelsmann yang membawa Jerman ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir akan tetap mengatur tenaga skuadnya. Untuk laga ini, ia dipastikan akan menurunkan senjata cadangan.
Satu nama yang paling disorot dalam rencana starter Nagelsmann adalah Deniz Undav. Sang penyerang masuk dari bangku cadangan dan mencetak dua gol untuk membawa timnya meraih kemenangan comeback 2-1 atas Pantai Gading.
Dengan brace-nya di laga tersebut, penyerang Stuttgart itu kini sudah mengoleksi tiga gol dan memberikan dua assist dari bangku cadangan dalam dua penampilan. Nagelsmann pun sudah memberi isyarat menurunkan Undav sejak menit awal.
“Dia menjalankan perannya dengan sangat baik. Sekarang pertanyaan akan muncul lagi tentang apakah dia harus menjadi starter. Tetapi Anda juga bisa mengatakan: biarkan dia terus bermain sesuai ritmenya,” kata Nagelsmann dikutip dari OneFootball.
Dengan ambisi Jerman menyapu bersih laga fase grup, La Tricolor, julukan Ekuador dalam masalah besar. Apalagi, mereka benar-benar wajib memenangkan pertandingan untuk bisa bertahan di turnamen.
Setelah kekalahan dari Pantai Gading dan hasil imbang melawan Curacao, tim asuhan Sebastian Beccacece saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Grup E. Dengan hanya satu poin, hasil imbang tidak akan cukup bagi mereka untuk lolos ke babak 32 besar.
Namun, Beccacece mencoba tetap tenang. Menurutnya, ini tantangan bagi mereka. “Hidup telah mengajarkan saya bahwa Anda harus selalu terus bekerja, selalu belajar, dan tantangan dapat menjadi peluang,” kata Beccacece.
Pelatih asal Argentina itu menegaskan, segalanya masih mungkin hingga pertandingan ketiga ini selesai. “Ini belum berakhir. Kita masih memiliki 100 menit di depan kita, dan kita akan berada di sana dengan baik untuk mencoba mencapai tujuan kita,” tegasnya.
Ekuador mendominasi laga melawan Pantai Gading dan Curacao. Bahkan, di laga terakhir, kiper Curaçao, Eloy Room melakukan 15 penyelamatan bersejarah untuk menggagalkan peluang Ekuador.
Makanya, Beccacece merasa timnya hanya butuh sedikit keberuntungan. “Ada hal-hal yang tidak dapat Anda jelaskan dalam sepak bola. Apa pun yang saya katakan mungkin kontraproduktif. Kami ingin menang. Kami tidak melakukannya. Saya yang bertanggung jawab,” tandasnya.
Ekuador yang tiba di Piala Dunia dengan rekor tak terkalahkan dalam 19 pertandingan tidak memiliki masalah cedera atau kartu dan Beccacece diperkirakan tidak akan melakukan perubahan drastis pada susunan pemainnya.
Sementara Jerman, mereka dipastikan tanpa bek tengah, Nico Schlotterbeck yang mengalami cedera pergelangan kaki melawan Pantai Gading dan dipastikan absen hingga akhir Piala Dunia. Sebagai gantinya, Nagelsmann bisa memilih Antonio Rudiger, Waldemar Anton, atau Malick Thiaw.
Nagelsmann diperkirakan akan menurunkan kiper Oliver Baumann di bawah mistar gawang menggantikan Manuel Neuer. Bek kiri David Raum juga berpeluang menjadi starter bersama trio gelandang Leon Goretzka, Angelo Stillar, dan Nadiem Amiri.
Jerman dan Ekuador yang mencoba menghindari menjadi negara Amerika Selatan kedua, setelah Bolivia yang gagal mencetak gol di Piala Dunia sudah pernah bertemu dua kali sebelumnya. Kedua laga itu dimenangkan tim Panser dengan skor agregat 7-2. (amr)
Prakiraan pemain
Ekuador (3-5-2): Galindez; Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Franco, Caicedo, Vite, Estupinan; Plata, Valencia
Jerman (4-2-3-1): Baumann; Anton, Tah, Rudiger, Raum; Goretzka, Stiller; Leweling, Amiri, Beier; Undav





