jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dr. Adela Kanasya Adies, MSc., menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan dalam pelaksanaan program hospital-based residency atau pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah, namun pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan mutu lulusan.
BACA JUGA: Prabowo Bakal Resmikan 21 RSUD Naik Kelas yang Dilengkapi 7 Dokter Spesialis
Hal tersebut disampaikan Adela dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Kesehatan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Adela menilai kebijakan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit memiliki tujuan yang sangat baik, terutama untuk mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA: Mendiktisaintek Luncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis di PTMA
“Saya melihat tujuan dari program spesialis berbasis rumah sakit ini sangat baik, terutama untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah. Saya sangat mengapresiasi semangat besar di balik kebijakan ini,” ujar Adela.
Meski demikian, dia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan tenaga pendidik klinis di rumah sakit pendidikan. Ketersediaan pembimbing yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas lulusan dokter spesialis.
BACA JUGA: Rusli Habibie DPR Apresiasi Langkah Cepat Pemerintah dan PLN Atasi Masalah Kelistrikan di Jawa
Selain itu, Adela juga menekankan pentingnya memastikan peserta didik memperoleh pengalaman klinis yang memadai dan beragam selama masa pendidikan.
Menurutnya, paparan terhadap berbagai jenis kasus dengan tingkat kompleksitas yang berbeda menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi dokter spesialis.
“Pendidikan dokter spesialis sangat bergantung pada proses pembelajaran di lapangan, termasuk paparan terhadap berbagai jenis kasus. Ini harus terus dipastikan agar kompetensi lulusan tetap terjaga,” katanya.
Adela menegaskan bahwa percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas pendidikan. Keseimbangan kedua aspek tersebut, kata dia, menjadi kunci agar tujuan peningkatan layanan kesehatan, khususnya di daerah, dapat tercapai secara optimal.
“Jangan sampai semangat mempercepat pemenuhan dokter spesialis justru mengurangi kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fondasi utama pelayanan kesehatan. Kualitas lulusan harus tetap menjadi prioritas,” tegas Adela.
Adela juga menekankan agar para dokter lulusan program spesialis ini ada kepastian akan kembali mengabdi untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah yang mengalami kekurangan di indonesia.
"Menekankan agar program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah yang kekurangan," ujar Legislator dari Partai Golkar Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo).
Untuk diketahui Adelia saat ini adalah anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran, Adela terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pemerataan akses dan peningkatan mutu.(fri/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




