REPUBLIKA.CO.ID, Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengumumkan keadaan darurat menyusul dua gempa bumi besar myang engguncang ibu kota Caracas hanya dalam hitungan detik. Gempat pertama berkeuat magnitude 7,2 dan yang kedua 7,5.
Gempa telah menghancurkan banyak gedung dan bangunan di Caracas. Laporan terbaru setidaknya 32 orang dilaporkan tewas akibat gempa tersebut, dan kemungkinan jumlah korban bakal terus bertambah.
Baca Juga
Calon Manajer Kopdes Meninggal, Anggota DPR: Kurangi Latihan Kemiliteran, Fokus Manajemen Koperasi
Jalan di Venezuela Terbelah Akibat Gempa Besar
Gempa Bumi Ganda Hantam Venezuela
Seperti dilaporna BBC, tim penyelamat sedang mencari korban selamat di reruntuhan gedung bertingkat yang runtuh. Bandara internasional utama Venezuela telah ditutup karena kerusakan serius akibat gempa bumi.
Venezuela diketahui terletak di zona aktif seismik tempat dua lempeng tektonik yakni Karibia dan Amerika Selatan, bertemu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut Survei Geologi AS, gempa kedua dan yang lebih besar dari dua gempa hari ini terjadi akibat "patahan geser dangkal" di dekat batas lempeng-lempeng tersebut.
Ini terjadi ketika patahan, atau retakan di antara lempeng-lempeng, bergerak secara horizontal. Gempa bumi terjadi ketika pergerakan ini terjadi dengan cepat.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)