REPUBLIKA.CO.ID, BANGKALAN -- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan warga Nahdlatul Ulama merupakan rakyat yang setia kepada negara dan siap berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Institut Agama Islam Sayyidina Kholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga
Niat Puasa Asyura, Lengkap Disertai dengan Dalil Keutamaannya
Afsel Cetak Sejarah, Bafana Bafana Gusur Korsel di Grup A untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Laporan: Tertekan, Netanyahu tak Punya Pilihan Selain Terima Gencatan Senjata AS-Iran
Dalam sambutannya, Gus Yahya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Presiden Prabowo pada acara penutupan Munas dan Konbes NU. Menurut dia, kehadiran kepala negara melengkapi kebahagiaan keluarga besar NU setelah berhasil menuntaskan seluruh agenda permusyawaratan yang dinilai sangat strategis menjelang Muktamar ke-35 NU.
"Ini melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan keseluruhan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes yang merupakan permusyawaratan paling strategis menuju Muktamar ke-35 yang insya Allah akan kami selenggarakan pada tanggal 1 sampai 5 Agustus yang akan datang," ujar Gus Yahya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia juga memohon doa restu agar Nahdlatul Ulama senantiasa mampu menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara.
Di hadapan Presiden Prabowo, Gus Yahya menegaskan para kiai, pemimpin, kader, dan jutaan warga NU memiliki kecintaan yang besar kepada pemimpin negara serta tetap memelihara optimisme terhadap masa depan Indonesia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)