TABLOIDBINTANG.COM - Neymar akhirnya kembali mengenakan seragam tim nasional Brasil setelah hampir tiga tahun absen. Momen emosional itu terjadi saat Selecao mengalahkan Skotlandia 3-0 pada laga fase grup Piala Dunia 2026, Kamis (25/6).
Penyerang berusia 34 tahun tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan koleksi 79 gol dari 129 penampilan. Namun, ia belum pernah bermain lagi untuk negaranya sejak kekalahan Brasil dari Uruguay dalam laga kualifikasi Piala Dunia pada 17 Oktober 2023.
Pada pertandingan tersebut, Neymar mengalami cedera serius berupa robekan ligamen anterior (ACL) dan meniskus di lutut kiri, yang kemudian memicu perjalanan panjang penuh masalah kebugaran.
Keberadaan Neymar dalam skuad Piala Dunia Brasil sempat menjadi kejutan setelah pelatih Brasil Carlo Ancelotti memasukkannya ke dalam daftar pemain.
Meski sempat absen dalam dua pertandingan pertama fase grup akibat cedera betis, Neymar akhirnya dinyatakan siap tampil saat Brasil menghadapi Skotlandia.
Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 menggantikan Matheus Cunha ketika Brasil sudah unggul 3-0.
Masuknya Neymar langsung disambut meriah oleh para pendukung di stadion Miami. Setiap sentuhan pertamanya terhadap bola mendapat sorakan dan tepuk tangan dari penonton.
Penampilan tersebut membuat Neymar kini tercatat telah tampil di empat edisi Piala Dunia bersama Brasil.
Meski tidak memiliki banyak waktu untuk memberikan dampak besar di lapangan, Neymar langsung dipercaya mengambil beberapa situasi bola mati untuk timnya.
Menangis Saat Laga Berakhir
Adapun momen paling emosional terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.
Neymar terlihat menitikkan air mata saat memberikan penghormatan kepada para pendukung yang hadir di stadion. Adegan tersebut menjadi simbol perjalanan panjangnya untuk kembali ke level tertinggi sepak bola internasional.
Kembalinya Neymar ke timnas Brasil memang mendapat sambutan positif dari banyak penggemar. Namun, sebagian pihak juga mempertanyakan keputusan tersebut mengingat riwayat cedera yang terus menghantuinya dalam beberapa tahun terakhir.
Cedera lutut yang dialami Neymar terjadi tidak lama setelah ia bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Hilal.
Cedera tersebut membuat kariernya di Timur Tengah berjalan jauh dari harapan. Dalam kurun waktu sekitar 18 bulan, Neymar hanya mampu tampil tujuh kali sebelum kontraknya diputus pada Januari 2025.
Pada bulan yang sama, ia memutuskan pulang ke klub masa kecilnya, Santos.
Sejak kembali ke Brasil, Neymar berhasil mencetak 17 gol dan menyumbang delapan asis dalam 43 pertandingan bersama Santos. Meski demikian, ia masih beberapa kali mengalami masalah kebugaran dan belum mampu tampil konsisten sepanjang musim.
Keputusan Carlo Ancelotti membawa Neymar ke Piala Dunia juga membuat penyerang Chelsea, Joao Pedro, harus tersingkir dari skuad meski tampil impresif di Liga Inggris musim 2025/2026.
Ancelotti menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah tim pelatih melakukan pemantauan panjang terhadap kondisi Neymar.
"Kami menghabiskan satu tahun penuh untuk menganalisis Neymar. Kami melihat bahwa dalam periode terakhir dia mampu bermain secara konsisten dan berada dalam kondisi fisik yang baik," kata Ancelotti.
Pelatih asal Italia itu juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak masukan dari berbagai pihak sebelum menentukan skuad.
"Saya menerima banyak saran, dari jurnalis, penyanyi, dan banyak orang dari seluruh dunia. Namun kami memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan terbaik," ujarnya.
Sebelumnya, Ancelotti juga menilai Neymar masih menjadi sosok penting bagi Brasil.
"Neymar adalah pemain penting untuk negara ini karena bakat yang selalu dia tunjukkan. Dia sangat disukai dan dicintai. Kondisi fisiknya juga terus membaik dan dia mampu bermain dengan intensitas tinggi," tambahnya.
Brasil Melaju ke Babak 32 Besar
Kemenangan 3-0 atas Skotlandia memastikan Brasil lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup C.
Di fase berikutnya, Selecao akan menghadapi runner-up Grup F yang berpotensi berasal dari Jepang, Belanda, atau Swedia.
Dengan Neymar yang mulai kembali menemukan ritme permainannya dan Vinicius Junior yang sedang berada dalam performa terbaik, Brasil kini semakin percaya diri menatap fase knock out Piala Dunia 2026.




