JAKARTA, KOMPAS.TV — Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan terakhir kembali menekan mata uang Indonesia.
Pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi, nilai tukar rupiah dibuka melemah dan bergerak mendekati level psikologis baru di rentang Rp18.000 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Rabu Melemah ke Rp17.931 per Dolar AS, Tertekan Proyeksi Suku Bunga The Fed
Berdasarkan data pasar Kamis pagi, rupiah bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.967 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.952 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan ini didorong oleh kuatnya faktor eksternal seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan,” ujar Lukman di Jakarta, Kamis (25/6/2026), dikutip dari Antara.
Suku Bunga The Fed Diproyeksi Naik Lagi pada September dan DesemberKekhawatiran pasar global saat ini berfokus pada potensi pengetatan moneter lanjutan di Amerika Serikat.
Pelaku pasar memperkirakan adanya probabilitas sekitar 70 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan September mendatang, diikuti oleh kenaikan berikutnya pada bulan Desember 2026.
Selain proyeksi suku bunga, investor global juga sedang mengantisipasi rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV/Antara
- nilai tukar rupiah
- rupiah hari ini
- rupiah melemah
- kurs dolar as
- indeks dolar
- suku bunga the fed





