JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis peta pembaruan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang berlaku mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2026.
Produk prakiraan cuaca penerbangan ini diproduksi secara berkala berdasarkan hasil pemodelan cuaca numerik.
Informasi ini ditujukan untuk memetakan sebaran serta cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus di ruang udara nasional demi mendukung kelancaran operasional transportasi udara.
Baca Juga: Prakiraan BMKG Potensi Awan Cumulonimbus di Indonesia Periode 22-28 Juni 2026, Ini Rinciannya
Dalam laporan resminya, BMKG membagi persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori yang divisualisasikan melalui indikator warna biru muda, ungu, dan hijau.
Ketiga kategori tersebut adalah Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) dengan rentang cakupan berkisar antara 50 hingga 75 persen, serta Frequent CB (FRQ) yang menandakan tingkat cakupan spasial tertinggi, yaitu melebihi 75 persen.
Berdasarkan hasil analisis atmosfer terbaru untuk periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026, BMKG memprediksi terdapat dua wilayah perairan selat yang masuk dalam kategori Frequent (FRQ) atau memiliki kepadatan cakupan spasial di atas 75 persen, yaitu:
- Selat Karimata bagian utara
- Selat Makassar bagian tengah
Sementara itu, untuk kategori Occasional (OCNL) dengan potensi cakupan spasial maksimum antara 50 hingga 75 persen, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi berpotensi terjadi di berbagai wilayah daratan, perairan selat, laut, hingga samudra.
Baca Juga: Prakiraan BMKG Potensi Awan Cumulonimbus 24–30 Juni 2026, Ini Rinciannya di Tiap Kategori
Berikut rincian lengkap wilayah di Indonesia yang berada dalam kategori cakupan spasial maksimum 50–75 persen (OCNL):
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, bmkg.go.id
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca
- cuaca penerbangan
- potensi awan Cb
- info BMKG terbaru





