Bandara Soekarno-Hatta Masuk Kategori Zona Merah, Ada Apa?

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditetapkan sebagai salah satu zona merah penyelundupan narkoba di Indonesia.

Status tersebut tercermin dari tingginya jumlah kasus yang berhasil diungkap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama aparat penegak hukum (APH).

Direktur Interdiksi Narkotika DJBC, Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa dari total 800 kasus penyelundupan narkoba yang berhasil diungkap secara nasional, sebanyak 249 kasus terjadi di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

BACA JUGA:Prabowo Pilih Sheva Jadi Sapi Kurban untuk Bandung, Bobotnya Mencapai 1,25 Ton

"Dari total pengungkapan sebanyak 800 kasus, sebanyak 249 kasus terjadi di Soekarno-Hatta," ujar Syarif Hidayat di Tangerang, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia bilang, dari angka 249 kasus penyelundupan menujukan bahwa kawasan Bandara Internasional Soetta menjadi gerbang utama dan jalur strategis masuknya berbagai barang dari luar negeri.

Sehingga, semua pihak baik itu petugas, pengelola bandara hingga masyarakat untuk selalu waspada dan melakukan upaya penindakan tegas terhadap aksi-aksi tersebut.

"Jadi memang terbanyak di sini. Karena memang Soekarno-Hatta ini merupakan titik masuknya barang dan orang dari luar negeri yang pertama," ungkapnya.

BACA JUGA:Mantan Istri Kuliti Kelakuan Taufik Hidayat: 2 Minggu Habis Nikah Saya Ditinggal Dalam Kondisi Hamil

Ia mengatakan, dari 800 kasus narkotika di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan tren peningkatan dengan minimal ada dua hingga tiga kasus penyelundupan narkoba yang digagalkan setiap harinya.

Dimana, atas penindakan kasus ini total barang bukti yang berhasil disita mencapai 4,2 ton dengan bisa menyelamatkan sekitar 6,8 juta jiwa dari bahaya ketergantungan barang haram tersebut.

"Karena apabila barang tersebut lolos, maka 6,8 juta orang di Indonesia mampu mengindahkan narkotika. Ini terbayang sekali kan bahayanya narkotika, sehingga memang kita bekerja keras luar biasa, bekerja sama di dalam maupun dengan stakeholder kita yang ada di luar negeri," paparnya.

Berdasarkan data jenis narkotika yang disita, ganja domestik mendominasi volume tangkapan dengan total mencapai 2,1 ton.

BACA JUGA:Detik-Detik Bandara Caracas Roboh Akibat Gempa Venezuela 7,5 Magnitudo

Mayoritas pasokan ganja lokal ini diketahui berasal dari wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.000 Taruna Akmil akan Latih Siswa Sekolah Rakyat
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
BKPM Buka-Bukaan Soal Potensi Besar Hilirisasi Sektor Non-Tambang
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kakek 81 Tahun Hilang di Hutan Gunungkidul, Tim SAR Cari hingga ke Gua
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Ole Romeny Bertahan, Marselino Ferdinan Disebut Dapat Tawaran Perpanjangan Kontrak dari Oxford United
• 22 jam lalubola.com
thumb
Muncul Nama Anggota BPK di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Independensi Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara Disorot
• 18 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.