Perbincangan Demo Mahasiswa di Medsos Tembus 379 Juta Interaksi, Instagram Jadi Pusat Diskusi Publik

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Gelombang unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang berlangsung di berbagai titik strategis Jakarta sepanjang Juni 2026 turut memicu percakapan besar di ruang digital.

Selama periode 11–23 Juni 2026, aksi demonstrasi yang membawa berbagai tuntutan terkait kebijakan ekonomi, harga BBM, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kritik terhadap praktik militerisme, menjadi salah satu isu paling ramai diperbincangkan publik di media sosial.

PT Binokular Media Utama (Binokular) menggunakan teknologi Big Data Analytics untuk memantau perkembangan percakapan publik serta pemberitaan media massa terkait pergerakan unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat selama periode tersebut.

Berdasarkan data dashboard social media listening Newstensity, percakapan mengenai aksi demonstrasi mencapai 333.677 unggahan dengan total interaksi mencapai 379.330.385 engagement.

Volume percakapan tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap berbagai isu yang diangkat mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Patung Kuda, hingga Gedung DPR/MPR RI.

Instagram menjadi platform yang paling dominan dalam membentuk percakapan publik dengan kontribusi 269.024 unggahan atau sekitar 80,6 persen dari total percakapan. Sementara itu, Twitter/X mencatat 24.437 percakapan, disusul YouTube sebanyak 17.535 percakapan, Facebook 13.460 percakapan, TikTok 7.650 percakapan, dan Threads 1.571 percakapan.

Dominasi Instagram menunjukkan bahwa penyebaran isu demonstrasi lebih banyak didorong oleh konten visual berupa dokumentasi lapangan, video aksi, unggahan media, hingga komentar publik yang berkembang secara cepat.

“Data media sosial memperlihatkan bahwa percakapan mengenai demonstrasi mahasiswa digerakkan terutama oleh akun organik. Ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap isu tersebut cukup kuat dan tidak semata dibentuk oleh pola amplifikasi buatan,” kata Ridho Marpaung, Vice President Operation Binokular Big Data Analytics melalui siaran pers pada suarasurabaya.net, Kamis (25/6/2026).

Menurut Ridho, hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa sebanyak 80 persen percakapan berasal dari akun organik atau akun manusia, sementara 20 persen lainnya terindikasi berasal dari akun bot.

“Ketika 80 persen percakapan berasal dari akun organik, artinya isu ini memang menarik perhatian pengguna. Pemerintah, lembaga negara, maupun pemangku kepentingan lain perlu membaca percakapan semacam ini sebagai sinyal publik, bukan sekadar lalu lintas komentar di media sosial,” ujarnya.

Dari sisi sentimen, percakapan publik didominasi sentimen netral sebesar 63 persen, disusul sentimen negatif 28 persen dan sentimen positif 9 persen.

Percakapan netral umumnya berupa penyebaran informasi dan perkembangan aksi demonstrasi, sementara sentimen negatif banyak muncul dalam bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun kekhawatiran publik terkait penanganan aksi di lapangan.

Nicko Mardiansyah Manajer News Analytics Newstensity mengatakan bahwa demonstrasi mahasiswa berkembang menjadi percakapan yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar aktivitas turun ke jalan.

“Data top isu memperlihatkan bahwa publik tidak hanya membicarakan siapa yang turun aksi. Percakapan juga bergerak ke arah bagaimana pejabat merespons, bagaimana aparat mengamankan demonstrasi, dan bagaimana tuntutan mahasiswa dikaitkan dengan isu ekonomi serta kebijakan pemerintah,” kata Nicko.

Aksi demonstrasi yang melibatkan mahasiswa dari BEM UI, Trisakti, Esa Unggul dan berbagai elemen mahasiswa lainnya menjadi topik paling banyak diperbincangkan dengan volume mencapai 14.035 percakapan.

Selain itu, pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mengimbau mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara santun juga menjadi salah satu isu terbesar dengan 7.232 percakapan.

Perhatian publik juga tertuju pada polemik pertemuan BEM UBK dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memunculkan 6.114 percakapan, serta kekhawatiran terkait potensi tindakan represif aparat keamanan saat demonstrasi di Bundaran HI yang menghasilkan 5.998 percakapan.

Di sisi lain, respons Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai harga Pertamax yang disebut lebih murah dibandingkan sejumlah negara lain turut memicu perdebatan di media sosial dengan 5.149 percakapan.

Pemantauan Binokular juga menemukan bahwa pemberitaan media massa terhadap aksi demonstrasi mahasiswa cukup masif. Selama periode yang sama tercatat 16.428 artikel media massa yang membahas isu tersebut.

Sebanyak 55 persen pemberitaan bernada negatif, 41 persen positif, dan 4 persen netral. Mayoritas pemberitaan berasal dari media online yang mencapai 14.637 artikel atau 89 persen dari total publikasi.

Temuan lain yang menarik muncul dari analisis jaringan percakapan atau Social Network Analysis (SNA). Binokular menemukan enam klaster komunitas, tiga hub utama, empat akun bridge, serta lebih dari 25 akun yang teridentifikasi dalam jaringan percakapan.

Akun yang terkait dengan Prabowo Subianto Presiden RI dan akun viral Lambesahamija menjadi dua pusat percakapan terbesar yang menunjukkan bahwa isu demonstrasi tidak hanya berkembang dalam ruang politik formal, tetapi juga masuk ke ranah konten populer yang menjangkau audiens lebih luas.

Ridho menilai aspirasi dan kritik yang muncul dalam aksi demonstrasi perlu dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan bangsa.

“Pemerintah tetap perlu jujur dan berbesar hati mendengar aspirasi dan kritik yang disuarakan oleh kelompok-kelompok masyarakat termasuk kalangan mahasiswa. Aspirasi dan kritik itu bisa menjadi evaluasi dan tindak lanjut untuk perbaikan-perbaikan kebijakan dan program-program pemerintah,” kata Ridho lagi. (lta/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat, Saham MIKA, JPFA & ASII Kompak Melaju
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Lalu Lintas Tol Jakarta Kamis Pagi: Cawang, Kuningan, hingga Tomang Padat
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Program Magang Nasional Batch 4 Resmi Dibuka Juli 2026, Ini Persyaratannya
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Selewengkan Uang Lelang Rumah Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat Tidak Hormat
• 46 menit laluokezone.com
thumb
Pelaku Kasus Ade Sara Divonis Seumur Hidup, Apakah Taufik Hidayat Bisa Mendapat Hukuman Serupa?
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.