Anggaran Kurang Rp96 Triliun, Program 3 Juta Rumah Terancam Mandek?

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebutuhan pendanaan untuk sektor perumahan nasional jauh lebih tinggi dari anggaran yang tersedia. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyinggung besarnya kebutuhan ini masih menjadi tantangan utama pemerintah dalam mengurangi backlog kepemilikan rumah.

"Backlog kita itu ada Rp96,08 triliun. Baru Program 3 Juta Rumah ini bisa kita kejar," kata Lasarus dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (25/6/2026).

Ia mendorong pemerintah harus komitmen dalam mengupayakan pengurangan angka backlog perumahan tersebut.


"Mengupayakan pengurangan angka backlog perumahan. Tentu ini sedang kita kerjakan termasuk dengan program BSPS dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola pemerintahan yang baik," kata Lasarus.

Adapun Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkap kebutuhan anggaran yang sangat besar untuk mengejar target Program 3 Juta Rumah pada 2027. Kebutuhan tersebut jauh melampaui pagu indikatif yang telah diberikan pemerintah.

Baca: Purbaya Mau Kasih Insentif Pajak Rusun Subsidi MBR, Ini Bocorannya

Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel menjelaskan pagu indikatif kementerian saat ini sebesar Rp9,913 triliun. Anggaran tersebut dinilai belum mampu mendukung seluruh target pembangunan yang telah ditetapkan.

"Rumah susun hanya Rp32,48 miliar yang hanya cukup untuk 10% dari MYC (kontrak tahun jamak). Kemudian BSPS pagu indikatifnya Rp8,9 triliun untuk target sekitar 370 ribu unit," kata Didyk.

Kebutuhan anggaran kementerian secara keseluruhan mencapai Rp106 triliun. Dana tersebut diperlukan untuk menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan rumah baru, renovasi rumah tidak layak huni, hingga rehabilitasi pascabencana.

Selain Program 3 Juta Rumah, kementerian juga harus menyelesaikan pembangunan hunian tetap pascabencana di Sumatra yang masih membutuhkan dukungan anggaran cukup besar.

"Dengan kondisi tersebut kebutuhan anggaran tahun 2027 sampai dengan Rp106 triliun sehingga ada kekurangan atau backlog anggaran sebesar Rp96,086 triliun," ujar Didyk.

Baca: Hasil Rapat Purbaya, Ara & Menaker: Tenor KPR Maksimal Jadi 40 Tahun


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemerintah Kerek Jatah KUR Perumahan Jadi Rp 50 T

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 SMA Unggul Garuda Baru Siap Beroperasi Juli Ini, 307 Siswa-siswi Terbaik Lolos Seleksi
• 20 jam laludisway.id
thumb
Jokowi Kerap Dikaitkan dengan Sejumlah Kontroversi, Gus Din: Beliau itu Magnet!
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Francesco Bagnaia Jadi Pembalap Tersukses Ducati Usai Akhiri Era Keemasan Bersama Tim Pabrikan Italia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Warung Makan di Bekasi Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Bela Program Makan Bergizi Gratis: Perut Lapar Harus Jadi Prioritas
• 23 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.