TEL AVIV, KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz ngotot tentara Israel tak akan mundur dari Lebanon selatan. Hal itu diyakini memperumit kesepakatan damai AS-Iran.
Sebab, penghentian perang di Lebanon menjadi syarat kesepakatan damai AS-Iran.
Baca Juga: Ghalibaf Klaim MoU Kesepakatan Damai AS-Iran Tandai Kekalahan Amerika
“IDF siap siaga, dan kami tak akan mundur,” kata Katz dikutip dari The Guardian.
“Kami telah menyatakan bahwa dalam situasi apa pun kami tidak akan menarik diri, dan hingga saat ini, dan ini merupakan pencapaian politis, tidak ada tuntutan dari Amerika agar Israel mundur dari Lebanon,” ujarnya.
AS-Iran sebelumnya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kesepakatan damai pada pekan lalu.
MoU itu untuk memperpanjang gencatan senjata, dan membuka jalan bagi perundingan selama 60 hari yang diharapkan bisa menghasilkan perdamaian permanen.
Kendala awal terhadap MoU tersebut muncul pekan lalu setelah Israel melanjutkan operasinya di Lebanon selatan, yang memicu ancaman dari Iran untuk menutup Selat Hormuz.
Pada Rabu (24/6/2026), Presiden AS Donald Trump mencoba memberikan hal positif pada negosiasi AS-Iran.
Ia mengatakan Iran telah sangat baik, dan menyetujui semua yang ia inginkan.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Guardian
- israel
- israel katz
- lebanon
- kesepakatan damai
- iran
- amerika serikat





