Ibas Nilai Merah Putih Bond Bisa Perkuat Modal Domestik

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya membangun instrumen investasi nasional yang mampu memperkuat mobilisasi modal dalam negeri sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, semangat gotong royong ekonomi harus diwujudkan melalui instrumen yang kredibel, produktif, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan nasional.

Baca Juga :
Apa yang Harus Dipahami soal Patriot Bond dan Merah Putih Bond? Ini Manfaat, Risiko, dan Kontroversinya
Pengamat Wanti-wanti IHSG Bisa Sentuh Level Kritis di 4.000 Pada Akhir Juni 2026

Hal tersebut disampaikan Ibas saat membuka Forum Diskusi Kebangsaan bertajuk “Gotong Royong dan Merah Putih Bond: Penguatan Ekonomi Nasional, Stabilitas Politik, dan Ketahanan Negara” di Kompleks MPR RI, Senayan, Jakarta pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ibas mengatakan bahwa kondisi global saat ini menuntut Indonesia untuk semakin adaptif dalam menjaga daya saing investasi. Menurutnya, faktor eksternal seperti konflik geopolitik, kebijakan suku bunga internasional, hingga percepatan transformasi digital dapat memengaruhi pergerakan modal dan arah investasi dunia.

"Geopolitik memengaruhi arus investasi. Suku bunga global juga menentukan masuk atau keluarnya modal. Sementara transformasi digital mengubah struktur industri secara fundamental. Karena itu Indonesia harus terus memperkuat daya saing ekonominya," ujar Ibas.

Ia menilai Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi yang mencari stabilitas dan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Indonesia masih menjadi negara yang sangat menjanjikan bagi investor. Ketika banyak kawasan dunia menghadapi konflik dan ketidakpastian, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi tujuan investasi yang semakin diperhitungkan," katanya.

Namun ia mengingatkan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan reformasi struktural yang mampu memperkuat iklim usaha nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan moneter sekaligus memastikan masyarakat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi.

Menurut Ibas, pembangunan ekonomi Indonesia ke depan harus bertumpu pada investasi yang produktif dan berkualitas. Ia mendorong agar investasi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi mampu mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

"Investasi harus diarahkan pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur, energi, dan ekonomi digital. Pertumbuhannya harus merata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan di seluruh Indonesia," tegasnya.

Baca Juga :
Bantah Kehebohan Orang Kaya RI Wajib Beli Patriot Bond dan Merah Putih Bond, Ini Penjelasan Bos Danantara
Ucapan Ryamizard Ryacudu Tentang 'Jenderal Rumput' yang Diingat Ibas
Rosan Pastikan Investor Global Masih Komit Tanamkan Modal di Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MOSAIC: Hibah dan Pinjaman Lunak Jadi Skema Ideal Danai PLTS Berbasis Komunitas
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemerkosaan di Kulon Progo: Kenalan dari Tinder, Korban Diancam Pakai Pisau
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Relawan SPPG Unjuk Rasa di DPRD Jabar, Minta Jangan Hentikan Program MBG
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Purbaya Turun Gunung, Bakal Rajin Sidak Perusahaan Baja di RI
• 40 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Prediksi Pertandingan Ekuador Vs Jerman: Head-to-Head dan Skenario Lolos 32 Besar
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.