Robot Humanoid Buka Ajang MWC Shanghai 2026: Era Baru Industri Seluler

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Shanghai - Dua robot humanoid bernama Vita Boy dan Flash berjalan ke atas panggung, berdialog dan membuka perhelatan Mobile World Congress (MWC) Shanghai di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Rabu (25/6). Vita Boy dan Flash adalah robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi global asal Cina, Honor.

Kehadiran dua robot humanoid ini menyedot perhatian sekaligus memberikan pesan mengenai arah industri seluler Asia dan tingkat global. Penyelenggara Utama agenda MWC Shanghai yakni Global System for Mobile Communications Association atau GSMA merupakan organisasi global yang mewakili para operator jaringan seluler di seluruh dunia. 

Direktur Jenderal GSMA Vivek Badrinath menyampaikan mengenai perubahan industri seluler yang tak lagi fokus menghubungkan jaringan antar manusia (network), dan bergerak mengembangkan ekosistem teknologi mesin-mesin cerdas. 

"Belum lama berselang, misi inti kami adalah menghubungkan manusia dan perangkat. Hal itu tentu saja tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi keseluruhan cerita," kata Direktur Jenderal GSMA Vivek Badrinath saat pembukaan MWC Shanghai 2026. 

Badrinath menjelaskan bagaimana peran industri seluler ke depan yang melangkan lebih jauh. "Hari ini, para operator bermitra dengan industri untuk mengaktifkan robot, drone, kendaraan terhubung, dan solusi AI di seluruh sektor ekonomi."

Badrinath menyebutkan tiga peluang bisnis operator seluler Asia. Ketiga hal ini membutuhkan prasyarat pengggunaan teknologi seluler 5G Advanced: 

  • Humanoid robotika dan embodied AI: bagaimana robot mulai terlibat lebih jauh dalam sektor ekonomi riil. Robot kini digunakan mulai dari pabrik, restoran, bandara, dan potensi masuk dalam kehidupan rumah. "Meskipun aplikasinya berbeda di setiap sektor, semuanya bergantung pada fondasi yang sama yakni konektivitas tingkat lanjut (advanced connectivity)."
  • Low-Altitude Economy atau ekonomi ketinggian rendah yakni adalah model ekonomi baru yang memanfaatkan wilayah udara di bawah ketinggian 1.000 meter untuk berbagai aktivitas komersial, industri, dan layanan public, seperti penggunaan drone. Ia menyatakan saat ini terdapat lebih dari 3 juta drone yang terdaftar di Tiongkok, dengan ribuan di antaranya mengudara secara bersamaan selama periode puncak. Saat kondisi puncak, jaringan 5G-Advanced menjadi infrastruktur koordinasi lalu lintas udara yang penting.
  • Kendaraan Otonom: bagaimana kendaraan kini telah berubah menjadi platform berbasis perangkat lunak (software-defined platform) yang cerdas, yang sadar akan lingkungan sekitar. Dia mengatakan China Mobile sedang membangun ekosistem AI yang menghubungkan perangkat pengguna, kendaraan, dan lingkungan rumah pintar. Sedangkan China Telecom mengintegrasikan jaringan non-terestrial (satelit) ke dalam kendaraan, dan  China Unicom mempelopori kapabilitas Vehicle-to-Everything (V2X), yang memungkinkan deteksi bahaya dan komunikasi antar-kendaraan.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konsul Jenderal Jepang Ungkap Kerja Sama Investasi dan Penempatan Perawat Sumut ke Jepang
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
8 Tradisi Unik Masyarakat Era Ottoman, dari soal Istri Naik Tangga hingga Hidangan Kopi
• 18 menit lalurepublika.co.id
thumb
BPTD Banten Gelar Rampcheck Bus Pariwisata dan AKAP Selama Libur Sekolah
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mayoritas Cuaca Jabodetabek Diprediksi Berawan Hari Ini
• 14 jam laluokezone.com
thumb
[FULL] Istana Umumkan Tema Peringatan HUT ke-81 RI dan Libatkan Publik Tentukan Logo
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.