Peternak di Kutai Timur Olah Tongkol Jagung Jadi Pakan Silase

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tongkol jagung yang selama ini kerap menjadi limbah pascapanen di Desa Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, kini dimanfaatkan menjadi silase atau pakan fermentasi bagi ternak kambing. 

Inovasi yang dikembangkan melalui Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) dari TAP Untuk Negeri tersebut tidak hanya membantu peternak menjaga ketersediaan pakan, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap limbah pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Berawal dari sebuah tantangan sederhana dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak yang berkualitas, pemanfaatan silase menjadi salah satu solusi yang dikembangkan untuk membantu peternak menjaga ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan. Selain mudah diperoleh dari lingkungan sekitar, tongkol jagung kini memiliki nilai tambah sebagai bahan baku pakan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama.

Silase merupakan pakan hasil fermentasi bahan organik yang dapat disimpan lebih lama dibandingkan hijauan segar sehingga membantu menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun. Dalam program ini, tongkol jagung pascapanen dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama pembuatannya, sehingga limbah pertanian dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna.

Program ini dijalankan oleh PT Etam Bersama Lestari (EBL), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan peternakan yang berkelanjutan. Selain mendukung peningkatan pendapatan peternak, program tersebut juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar desa.

Selain memberikan nilai tambah pada limbah pertanian, penggunaan silase juga membantu peternak memiliki cadangan pakan ketika pasokan hijauan mulai berkurang, terutama saat musim kemarau.

Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pakan ternak nasional. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Situasi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan hijauan pakan yang selama ini menjadi sumber utama pakan ternak.

Pentingnya ketersediaan pakan ternak juga menjadi perhatian pemerintah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan ketahanan pakan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sektor peternakan yang tangguh dan berkelanjutan. 

Ketersediaan pakan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga produktivitas ternak sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Tri Melasari, mengatakan pemerintah terus memperkuat langkah antisipatif agar kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan ketersediaan pakan akibat perubahan cuaca dan iklim.

“Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama bagi peternak yang berada di daerah terdampak bencana,” kata Tri Melasari.

Dalam konteks tersebut, pemanfaatan tongkol jagung menjadi silase yang dikembangkan melalui Program DMPA TAP Untuk Negeri di Desa Tepian Terap menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan.

Basirun, salah satu peternak peserta Program DMPA di Desa Tepian Terap, mengaku penggunaan silase memberikan manfaat yang signifikan bagi usaha peternakan yang dijalankannya, khususnya dalam menghadapi tantangan ketersediaan pakan.

“Awalnya kami memiliki empat bibit kambing yang dikembangkan melalui program ini. Seiring waktu, jumlah kambing berkembang menjadi 15 ekor. Dalam dalam perjalanan ada beberapa tantangan, seperti tiga ekor anakan yang mati karena sakit dan dua ekor yang berhasil dijual, saat ini kami masih memiliki 10 ekor kambing yang terus dipelihara,” ujarnya.

“Dengan adanya silase ini, kami merasa terbantu. Apalagi saat ada kesulitan mendapat pakan ternak yang bagus,” tambahnya.

Selain memberikan dampak ekonomi bagi peternak, program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah desa dapat melahirkan solusi yang menjawab kebutuhan lokal.

Perwakilan Desa Tepian Terap menyampaikan apresiasinya terhadap program DMPA yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa secara mandiri.

Baca Juga: Peternak Ayam Dilanda Panic Selling, Kerugian Tembus Rp7.000 per Kg

Baca Juga: Pemerintah Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Peternakan

“Program seperti ini sangat membantu masyarakat karena memberikan pengetahuan, pendampingan, serta membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” ujar Kahirullah, Kepala Urusan Umum Desa Tepian Terap.

Pengembangan silase di Desa Tepian Terap menunjukkan bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal oleh TAP Untuk Negeri dan masyarakat dapat memberikan Solusi dan dampak nyata. Tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong praktik yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya secara bijak.

Dari sebuah tantangan pakan ternak, lahir sebuah inovasi sederhana yang membuka peluang baru. Sebuah langkah kecil dari Desa Tepian Terap untuk membangun kemandirian dan keberlanjutan bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Area Makassar 1 Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Ratusan Nasabah dan Masyarakat
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Indonesia Selamat dari Ancaman Turun Kelas MSCI, Airlangga Sebut Reformasi Pasar Modal Harus Dibuktikan
• 49 menit lalutvonenews.com
thumb
Kampus Swasta dengan Jurusan Bisnis Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2026
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sutradara Ungkap Kemungkinan Toy Story 6 Dibuat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Amarah Wakil Rakyat untuk Taufik Hidayat, Harap Vonis Berat hingga Kebiri
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.