"Isi Rp 50.000 Sekarang Sedikit Banget" Keluh Pengendara Setelah Harga Pertama Naik

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Arfan (25),  warga Cengkareng, Jakarta Barat yang mengaku harus merogoh koceknya begitu dalam untuk mengisi penuh tangki motornya sejak harga Pertamax naik Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026 lalu.

"Sekarang mengisi Rp 50.000 rasanya seperti kita minta terus dikasih, bukan beli, sedikit banget dapatnya," keluh Arfan saat berbincang dengan Kompas.com di SPBU kawasan Cengkareng, Kamis (25/6/2026).

Ia mengaku sempat mencoba turun kelas menggunakan Pertalite saat harga Pertamax mulai naik.

Namun, niatnya untuk berhemat itu justru berujung pada kondisi motornya yang tak nyaman digunakan.

"Ketika saya coba pakai Pertalite sekali doang, motor langsung brebet ternyata. Langsung pusing, takut kena lagi mesinnya nanti malah mahal lagi servisnya," ungkapnya.

Baca juga: Dulu Uang Habis buat Belanja Bulanan, Sekarang buat Bensin, Keluh Kesah Pengguna Pertamax

Tingginya harga bensin membuat Arfan harus memutar otak.

Ia kini memiliki kebiasaan baru yang cukup unik, yakni mengisi bensin menyesuaikan angka sisa saldo di rekening ATM-nya.

"Sejak naik ya isinya menyesuaikan buntut saldo. Kalau saldo misalnya Rp 536.000, ya mengisinya Rp 36.000. Pernah saya mengisi Rp 65.000, hasilnya tuh enggak lebih banyak dari saya mengisi Rp 50.000 sebelum naik. Kalau sekarang full tank kayaknya sekitar Rp 120 ribuan," jelas dia.

Dilema serupa dirasakan oleh Rayhan (23), seorang pekerja di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat yang sehari-hari menunggangi motor Yamaha Nmax.

Berbeda dengan Arfan yang sempat mencoba Pertalite, Rayhan mengaku tidak berani mengambil risiko untuk turun kelas BBM karena pertimbangan ketahanan mesinnya.

"Saya tetap pakai Pertamax. Kalau pindah ke Pertalite enggak mungkin soalnya secara kualitas enggak cocok sama motor ini, RON-nya kurang," kata Rayhan.

Baca juga: Kalau Uangnya Lari ke Pertamax, Pulang Tak Bawa Uang, Cerita Ojol Beralih ke Pertalite

Dampaknya, biaya operasional hariannya membengkak drastis hingga 50 persen.

Jika dulu uang Rp 70.000 sudah cukup untuk mengisi penuh tangki motornya, kini ia hanya mengisi secukupnya karena takut mengeluarkan uang terlalu besar.

"Sekarang takut mau mengisi bensin full. Kemarin pernah mengisi Rp 100.000, itu juga masih jauh dari full, jadinya boros banget. Dampaknya ya kerasa sih di pengeluaran, kalau bensin sudah mau habis jadi seperti berat mau mengisi bensin," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sisi lain, Zulfikar (26) memiliki siasat berbeda untuk mengakali pengeluaran ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luhut Singgung Pentingnya Perbaiki Pelaksanaan MBG: Itu Salah Kita Semua
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi Usut Viral Pria Diduga Lecehkan Sesama Pria di Angkot Jaktim
• 5 jam laludetik.com
thumb
Berkah Muharram Maxi Store, Hadirkan Cashback Hingga Rp24 Juta dan Diskon Besar-Besaran
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Link Live Streaming Republik Ceko vs Meksiko di Piala Dunia 2026, Kick-off Jam 08.00 WIB
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Ibas Nilai Merah Putih Bond Bisa Perkuat Modal Domestik
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.