Scotsmaxxing, Fenomena Kultur Suporter Skotlandia yang Viral selama Piala Dunia

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Kejuaraan Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan taktis sepak bola modern, tetapi juga memicu lahirnya fenomena sosiologi olahraga yang masif.

Di luar arena pertandingan, gerakan suporter tim nasional (timnas) Skotlandia yang selama ini dikenal sebagai Tartan Army memunculkan subkultur lintas negara yang populer di internet dengan istilah 'Scotsmaxxing.

Istilah Scotsmaxxing merupakan gabungan frasa dari identitas nasional Skotlandia dengan jargon budaya digital maxxing, yaitu praktik memaksimalkan suatu atribut, identitas atau karakteristik tertentu.

Julukan tersebut menggambarkan cara para suporter Skotlandia memaksimalkan kehadiran budaya mereka di kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat (AS). Mereka menampilkan estetika tradisional, humor, serta pola konsumsi khas sebagai bagian dari ekspresi identitas kolektif.

Mengutip pemberitaan The Guardian yang terbit pada Rabu (24/6), Scotsmaxxing kini menjadi semacam hiburan baru di AS. Karakter suporter Skotlandia yang ekspresif dengan cepat mencuri perhatian publik.

Mereka mengenakan rok tradisional bermotif kotak-kotak khas Skotlandia (kilt), meniup bagpipe bernada nyaring, serta bernyanyi dan berpesta tanpa henti.

Penampilan tersebut terasa asing bagi masyarakat AS yang belum terbiasa dengan kultur fanatisme suporter sepak bola Eropa. Pergerakan Tartan Army selama Piala Dunia 2026 terbagi ke dalam dua fase.

Pada fase pertama, para suporter Skotlandia melakukan pendudukan budaya di Boston, Massachusetts. Kota yang memiliki sejarah panjang imigrasi Eropa itu menjadi tuan rumah dua pertandingan Timnas Skotlandia.

Suporter Skotlandia berbaris sambil meniupkan bagpipe di Boston, Amerika Serikat. (Instagram/scotlandnationalteam)

Selama fase awal turnamen, diperkirakan lebih dari 20 ribu pendukung Skotlandia membanjiri negara bagian Massachusetts. Mereka menggunakan Boston sebagai basis logistik utama sewaktu timnas Skotlandia bertanding di dekat Stadion Foxborough.

Skotlandia meraih kemenangan atas Haiti sebelum kemudian tersungkur di tangan Maroko. Tartan Army kemudian memasuki fase kedua melalui migrasi massal ke Miami, Florida, menjelang laga penentuan Grup C melawan Brasil pada 25 Juni.

Miami disebut-sebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi para suporter Skotlandia. Perbedaan itu tidak hanya terletak pada iklim tropisnya. Seorang supporter Skotlandia asal Glasgow, Chris, mengaku lebih menyukai Boston.

“Saya lebih suka Boston karena semuanya lebih dekat. Pantainya (Miami) memang bagus, tetapi cukup jauh. Orang-orang di sini sama ramahnya seperti di Boston,” kata Chris saat berbincang di area bar bergaya Irlandia, Auld Dubliner, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian.

Kehadiran puluhan ribu suporter Skotlandia tidak hanya menghadirkan warna di jalanan Boston. Gelombang suporter tersebut juga memberikan dorongan ekonomi yang besar bagi pelaku usaha lokal. Restoran, bar, dan berbagai tempat hiburan mengalami peningkatan pengunjung selama masa pertandingan.

Tingginya konsumsi makanan dan minuman, terutama bir, bahkan sempat mengganggu rantai pasok lokal. Lonjakan permintaan memaksa distributor dan pemilik bar melakukan penyesuaian darurat untuk menjaga ketersediaan stok.

The Guardian melaporkan kemampuan Tartan Army dalam mengonsumsi minuman beralkohol, terutama setelah muncul laporan yang cukup heboh bahwa ruang minum Sam Adams di pusat kota Boston telah “dikeringkan” oleh para suporter.

Meskipun persediaan minuman sebenarnya tidak benar-benar habis. Namun, bar tersebut memang harus memesan stok tambahan setelah menjual 3 ribu gelas bir lager Boston dalam waktu 48 jam.

Bir Ludes, Omzet Bar Melonjak

Dampak ekonomi fenomena Scotsmaxxing tidak hanya terlihat dari ramainya jalanan Boston dan Miami, tetapi juga tercermin dari lonjakan konsumsi dan omzet di berbagai tempat usaha.

Sejumlah bar, restoran, dan pusat kuliner mengalami peningkatan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama kedatangan Tartan Army.

Samuel Adams Boston Taproom, ruang minum milik merek bir ikonik Boston, menjadi salah satu contoh paling mencolok. Dalam kurun 48 hingga 72 jam, para suporter Skotlandia menghabiskan lebih dari 4 ribu pint atau setara 1.900 liter bir Samuel Adams Boston Lager.

Volume penjualan di lokasi tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan hari libur nasional seperti Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli. Pihak pengelola bahkan harus menerima beberapa pengiriman darurat untuk mengisi kembali sekitar 90 tong bir yang telah habis.

Lonjakan serupa juga terjadi di Hennessey's Irish Pub. Bar bergaya Irlandia itu mencatat omzet hingga tiga kali lipat dibandingkan perayaan Hari St. Patrick yang biasanya menjadi periode tersibuk mereka.

Persediaan bir habis pada Minggu (21/6) malam setelah pertandingan dan pemilik usaha harus segera melakukan pemesanan ulang sebelum laga berikutnya melawan Maroko.

The Dubliner, salah satu bar populer di Boston, menyebut periode kedatangan Tartan Army sebagai pekan tersibuk sepanjang sejarah operasional mereka.

Meskipun stok di dalam bar masih mampu bertahan, distributor minuman yang memasok lokasi tersebut justru mengalami kehabisan persediaan akibat permintaan yang terus meningkat.

Associated Press (AP) juga melaporkan dampak kehadiran suporter Skotlandia di Caffe Dello Sport di kawasan North End. Kafe tersebut kehabisan seluruh stok alkohol dan bahan baku minuman setelah akhir pekan pertama pertandingan.

Pemiliknya terpaksa meminjam pasokan dari restoran lain yang masih berada dalam jaringan usahanya dan meningkatkan pemesanan alkohol hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Kondisi serupa terjadi di High Street Place Food Hall. Persediaan minuman yang semula diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan selama satu pekan habis hanya dalam empat hari. Distributor kemudian mengubah jadwal pengiriman untuk meningkatkan pasokan harian.

Sementara itu, The Haven yang dikenal sebagai pub dan restoran Skotlandia di Boston berfungsi sebagai markas tidak resmi Tartan Army. Penggunaan tong bir di tempat tersebut melonjak dari rata-rata empat tong per pekan menjadi sekitar 50 tong selama pekan pertandingan.

Efek ekonomi kehadiran pendukung Scott McTominay Cs juga terasa di Miami. Barbizon Restaurant mencatat kenaikan omzet harian hingga dua sampai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Pemilik restoran, Rafik Cevik, menyebut lonjakan tersebut sebagai peningkatan pendapatan terbesar selama empat dekade menjalankan usahanya. "Saya sudah berkecimpung di bisnis ini selama sekitar 40 tahun. Saya memiliki beberapa restoran, dua atau tiga di Ocean Drive. Ini adalah hari terbaik," kata Rafik Cevik, sebagaimana diberitakan oleh CBS News pada Rabu (24/6).

Fenomena sosiokultural lain yang menarik perhatian media lokal dan menjadi viral di media sosial adalah memindahkan tradisi humor urban Glasgow ke ruang publik di AS.

Suporter Skotlandia menempatkan kerucut lalu lintas berwarna oranye di atas kepala sejumlah patung bersejarah di Boston. (Instagram/scotlandnationalteam)

Para suporter Skotlandia menempatkan kerucut lalu lintas berwarna oranye di atas kepala sejumlah patung bersejarah di Boston sebagai bentuk ekspresi budaya kolektif.

Praktik tersebut mereplikasi tradisi ikonik di Glasgow yang telah berlangsung sejak akhir 1980-an. Tradisi itu bermula ketika mahasiswa setempat secara konsisten menaruh kerucut lalu lintas di atas patung Duke of Wellington di depan Gallery of Modern Art. Dalam perkembangannya, tindakan tersebut menjadi salah satu simbol budaya populer dan humor publik di kota Glasgow.

Prospek Timbal Balik ke Pariwisata Skotlandia

Paparan media global yang menampilkan keramahan, kedisiplinan, dan karakter positif Tartan Army di Boston dan Miami diperkirakan akan menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang bagi Skotlandia.

Pakar riset pariwisata dari Moffat Centre for Travel and Tourism di Glasgow Caledonian University, Chris Greenwood, memproyeksikan adanya potensi limpahan ekonomi pariwisata (tourism windfall) senilai ratusan juta poundsterling bagi sektor pariwisata dan industri hospitalitas Skotlandia di masa depan.

Proyeksi ini didasarkan pada analisis komparatif performa pariwisata Skotlandia pasca-Euro 2024 di Jerman. Pada turnamen tersebut, eksposur positif suporter Skotlandia memicu lonjakan lalu lintas kunjungan digital dari warga Jerman ke situs pariwisata resmi VisitScotland.com sebesar 83%.

Hal tersebut diikuti dengan kenaikan pemesanan akomodasi riil oleh turis Jerman di Edinburgh dan kawasan Highlands hingga lebih dari 150%. “Saya memperkirakan dampak Tartan Army kali ini akan jauh melampaui itu,” kata Greenwood, dikutip dari The Herald, Kamis (25/6).

Wisatawan asal AS merupakan pasar terpenting bagi industri pariwisata internasional Skotlandia. Mereka menyumbang sekitar seperlima dari total perjalanan wisata ke negara tersebut dengan nilai pengeluaran tahunan yang mencapai £1,4 miliar.

Publisitas positif yang dihasilkan fenomena Scotsmaxxing di media sosial dan media internasional diperkirakan akan meningkatkan minat wisatawan AS untuk berkunjung ke Skotlandia dalam beberapa tahun mendatang.

artan buzz ini juga meningkatkan profil Skotlandia sebagai negara yang ramah dan membuka peluang untuk pertukaran pendidikan dan budaya dengan pantai timur Amerika,” ujar Greenwood.

Sentimen positif terhadap Tartan Army semakin menguat setelah The Boston Globe menerbitkan surat penghargaan terbuka satu halaman penuh. Surat kabar tersebut secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para suporter Skotlandia atas kehangatan, alunan bagpipe, humor, dan kenangan yang mereka tinggalkan bagi warga Boston.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Klaim Sudah Kantongi Nama-nama Pemodal Aksi Demo di Indonesia: Mereka Saya Kasih Peringatan
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menkes Ungkap 80% Bahan Baku Obat RI Masih Impor, Ini Solusinya
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
3 Lokasi Didatangi Taufik Hidayat Sebelum Ditangkap Polisi, Kini Diamankan Polda Jabar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Venezuela Selamat Usai Gempa M 7,5
• 1 jam laludisway.id
thumb
Jasa Marga Perkuat Komitmen Green Toll Road, Wujudkan Rest Area Berkelanjutan
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.