Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti pentingnya penerapan ajaran Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara untuk memperkuat Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.
"Pembahasan mengenai RUU Sisdiknas yang sedang berjalan harus dikembalikan pada pemikiran-pemikiran besar kebangsaan, terutama yang digagas oleh Bapak Pendidikan Indonesia," ujar Rerie, dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI bertema Menghidupkan Kembali Tri Pusat Pendidikan, bersama Institut Sarinah, di Ruang Delegasi, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni, 2026.
Rerie mengingatkan bahwa pelaksanaan sistem pendidikan nasional yang baik menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya masukan-masukan kritis yang menyentuh aspek filosofis, bukan sekadar teknis administratif dalam RUU Sisdiknas.
"Penting membawa isu pendidikan ke dalam tataran yang lebih dalam, yaitu jiwa dari pendidikan itu sendiri," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rerie mengurai konsep Tri Pusat Pendidikan yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara. Konsep tersebut menekankan sinergi tiga lingkungan utama dalam mendidik anak yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat .
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews
Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, pemikiran Ki Hajar Dewantara menjadi semakin relevan di tengah dinamika pendidikan saat ini. Menurutnya, model pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada metode mengajar, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung."Ajaran Tri Pusat Pendidikan mengingatkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak guru dan sekolah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat," katanya.
Rerie mengkritisi sejumlah praktik yang telah berlangsung dalam sistem pendidikan, salah satunya adalah pemaknaan yang keliru mengenai keterlibatan orang tua. Keterlibatan orang tua bukan sekadar kehadiran fisik dalam setiap kegiatan sekolah, melainkan pemahaman mendalam tentang substansi pendidikan anak.
"Pemahaman mendalam ini merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama," terangnya.
Baca Juga :
Lestari Moerdijat: Piala Dunia Momentum Menata Masa Depan Sepak Bola Indonesia"Hal ini sejalan dengan konsep Ki Hajar Dewantara yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu asas penting dalam pendidikan melalui Pancadarma," tuturnya.




