Pemerintah menargetkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan (avtur) yang ramah lingkungan mulai diterapkan pada penerbangan internasional pada 2027.
Tahap awal implementasi bakal dilakukan di dua bandara internasional terbesar di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai Bali.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, penggunaan SAF bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri penerbangan dalam hal transisi menuju transportasi yang berkelanjutan.
"SAF kita berbicara sustainable aviation fuel. Ke depan kita juga ingin menghadirkan strategi sekaligus kapasitas dan keunggulan kompetitif bagi maskapai mancanegara,” ujar AHY dalam agenda Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (25/6).
Kata AHY, implementasi awal SAF difokuskan pada campuran sebesar 1 persen untuk penerbangan internasional yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
"Jadi ini tahun 2027 semangatnya adalah kita menggunakan sustainable aviation fuel. Artinya ini sebagai alternatif dari avtur konvensional,” kata AHY.
"Ini jauh lebih bersih memang kita fokuskan dulu pada 1 persen penerbangan internasional dari Cengkareng, dari Soekarno-Hatta, dan juga dari Ngurah rai dua itu saja,” lanjutnya.
Selain mendorong pemanfaatan SAF, AHY ingin memastikan rantai pasok bahan bakar tersebut bisa dipenuhi dari dalam negeri sehingga mampu memperkuat industri energi nasional.
"Tentu kita harapkan produksinya juga bisa hulu ke hilir di dalam negeri sendiri. Dan harus memenuhi standar kualitas,” imbuh AHY.





