Bahlil Resmikan Kilang LNG PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Investasi Rp 1,1 T

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG), anak usaha PT Super Energy Tbk (SURE), dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun.

Kilang LNG yang berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tersebut berkapasitas tangki LNG sebesar 1.600 m3 cryogenic storage, dapat mengolah gas bumi dengan kapasitas sebesar 15 MMSCFD yang berasal dari Sumur Sumber 1-A yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java dengan jangka waktu pengaliran sampai dengan tahun 2036.

“Saya senang sekali meresmikan ini. Saya harapkan agar ini tidak hanya di sini, tapi berkembang juga di tempat yang lain,” kata Bahlil saat peresmian, Rabu (25/6).

Direktur Utama SAG, Agustus Sani Nugroho, mengatakan perusahaan telah melebarkan sayap tidak hanya di sektor distribusi gas di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat, namun juga mengembangkan pengolahan gas alam cair.

“Kami juga kemudian memperluas cakupan usaha menjadi pengolahan gas suar atau flare gas midstream di tahun 2016, dan sebagai penyedia solusi energi terintegrasi dengan perluasan produk termasuk LPG, kondensat,” ungkapnya.

Adapun fasilitas tersebut mengolah gas alam menjadi LNG, dengan kapasitas produksi maksimal sebesar 55.300 ton per tahun. Selain LNG, fasilitas ini juga menghasilkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) maksimal sebesar 9.800 ton per tahun dan Kondensat maksimal sebesar 19.600 barel Kondensat per tahun, dan juga tersedia fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) plant dengan kapasitas 6 MMSCFD.

Mini LNG plant ini menyasar end user dari sektor industri, retail, dan pembangkit listrik yang tersebar dari Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat.

Produk LNG yang dihasilkan akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga kawasan ke luar Pulau Jawa, menjangkau wilayah yang belum terlayani oleh jaringan pipa gas bumi.

Proyek ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penyerapan sekitar 330 tenaga kerja selama tahap pembangunan hingga operasional.

PT SAG didirikan pada tahun 2018 dan merupakan bagian dari Super Energy Group memiliki portofolio fasilitas pengolahan gas dan distribusi CNG di Jawa, dengan berbagai fasilitas terintegrasi. Beberapa perusahaan yang berafiliasi dengannya seperti PT Energi Subang Abadi (pengolahan dan distribusi CNG), PT Gasuma Federal Indonesia (pengolahan gas), PT Bahtera Abadi Gas (pengolahan dan distribusi CNG).

Perusahaan memulai perjalanannya sebagai perusahaan distribusi gas alam di Jawa Timur pada tahun 2012. Seiring perkembangan usaha, perusahaan memperluas jaringan distribusinya ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta memperluas cakupan bisnis ke sektor pengolahan gas suar (flare gas) pada tahun 2016 dengan menghasilkan produk LPG dan Kondensat. Perusahaan juga telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Diadili Hari Ini
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Deretan Sanksi Komdis PSSI untuk PSIM di BRI Super League 2025/2026: Total Denda Tembus Rp405 Juta
• 1 jam lalubola.com
thumb
Tren Fashion 2026 dari Tas sampai Sepatu, Mana yang Jadi Favorit?
• 52 menit laluviva.co.id
thumb
Bareskrim Limpahkan Dua Tersangka Kasus Ko Erwin ke Kejari Bima
• 52 menit laludisway.id
thumb
Hery Susanto Didakwa Terima Suap Rp4,85 Miliar, JPU Ungkap Penggunaan Nama Samaran John Lennon 07
• 52 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.