JAKARTA, DISWAY.ID-- Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) mulai dirasakan di sekolah, termasuk di SDN Pulau Tidung 01 Pagi, Kepulauan Seribu.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong siswa memahami materi secara lebih mendalam.
BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Fathimah Azzahra Wakil Ketua BEM UI Adu Argumen Soal Korupsi MBG
Kepala SDN Pulau Tidung 01 Pagi, Kaswiyah, mengatakan bahwa kunci utama keberhasilan pembelajaran adalah membuat siswa terlebih dahulu menyukai pelajaran yang mereka ikuti.
“Saya mendorong guru-guru untuk menerapkan pembelajaran yang membuat anak-anak senang terlebih dahulu. Kalau sudah senang, biasanya mereka akan lebih mudah memahami pelajaran dan berani menunjukkan kemampuannya,” ujar Kaswiyah, di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan akan membantu siswa lebih fokus menerima materi dibandingkan metode pembelajaran yang hanya menuntut mereka mendengar dan menghafal.
BACA JUGA:Rusak Ditabrak Truk, Transjakarta Pastikan Halte Tebet Eco Park Tetap Layani Pelanggan
“Yang penting anak-anak happy saat belajar. Ketika mereka menikmati prosesnya, pembelajaran menjadi lebih efektif dan pesan yang disampaikan guru lebih mudah diterima,” katanya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang tengah mendorong implementasi deep learning di berbagai satuan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak sekadar menekankan hafalan atau penyelesaian soal ujian.
Pembelajaran diarahkan agar siswa mampu memahami konsep secara menyeluruh, menghubungkannya dengan berbagai disiplin ilmu, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:Absen di Pesta Ulang Tahunnya, Lisa BLACKPINK dan Frederic Arnault Dirumorkan Putus
Menurut Mu’ti, pendekatan ini mengedepankan kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan menemukan makna dari setiap proses belajar.
Deep learning juga didukung teori kognitif yang menekankan perhatian, pengolahan informasi secara mendalam, dan penguatan memori melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap lahir generasi yang lebih kritis, kreatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghubungkan ilmu yang dipelajari dengan tantangan kehidupan nyata.





