Kata-kata AHY yang Bikin PDIP sampai Tersinggung Berat

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), soal peran partai oposisi mendadak menjadi sorotan.

Ucapan yang awalnya disampaikan dalam konteks menjaga demokrasi dan mengutamakan kepentingan nasional itu justru memantik reaksi keras dari sejumlah kader PDIP.

Sebab, pernyataan AHY dinilai menyinggung posisi PDIP yang saat ini berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga memunculkan saling sindir antar elite politik.

AHY sebelumnya menegaskan bahwa dinamika politik merupakan hal yang wajar, termasuk keberadaan partai yang memilih berada di luar pemerintahan. Namun, menurutnya, kritik yang disampaikan oposisi harus tetap bersifat konstruktif dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Ketika jadi oposisi, tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah," kata AHY. 

Baca Juga: PDIP Panas soal Ucapan AHY, Demokrat: Jangan-jangan...

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian karena muncul di tengah pembahasan mengenai posisi PDIP sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan. AHY menekankan bahwa setiap partai politik memiliki kepentingan dan agenda masing-masing, tetapi kepentingan nasional harus ditempatkan di atas kepentingan partisan.

Menurut AHY, fokus utama bangsa saat ini seharusnya tertuju pada upaya memperkuat ekonomi nasional. Ia menyoroti pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, serta mengurangi ketimpangan sosial.

"Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga, daya beli masyarakat terjaga, lapangan pekerjaan terbuka, kemiskinan bisa diturunkan, dan ketimpangan dapat ditekan," ujar AHY. 

AHY menjelaskan bahwa Partai Demokrat memiliki pengalaman berada di dua posisi politik yang berbeda, yakni sebagai partai pemerintah maupun partai oposisi. Saat berada di dalam pemerintahan, menurutnya, tugas utama partai adalah memastikan program dan janji politik kepada rakyat dapat direalisasikan.

Sebaliknya, ketika berada di luar pemerintahan, partai memiliki fungsi untuk memberikan kritik yang membangun dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, AHY kembali menegaskan bahwa oposisi tidak semestinya hanya berisi serangan politik semata.

"Dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah," imbuh dia.

Meski demikian, AHY menilai pemerintah tetap harus terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Ia menyebut prinsip checks and balances harus terus dijaga agar demokrasi Indonesia tetap sehat dan berjalan sesuai koridor.

Menurutnya, apabila terdapat aspirasi publik yang memang benar dan perlu diperhatikan, pemerintah wajib mendengar serta melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada. Dengan begitu, keseimbangan antara pemerintah dan pihak yang mengkritik tetap terjaga.

Di akhir pernyataannya, AHY menegaskan bahwa Partai Demokrat saat ini berada dalam barisan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan berkomitmen mengawal berbagai program strategis agar benar-benar berpihak kepada rakyat.

Baca Juga: AHY Minta Kritik Konstruktif, PDIP Balas Menohok: Jangan Menghasut

"Hari ini Demokrat bersama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin terus mengawal agar program-program dan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat, ekonomi tumbuh dengan keadilan, serta berbagai agenda besar lainnya," terangnya.

Ucapan AHY itulah yang kemudian memicu perdebatan politik dan dinilai sejumlah pihak sebagai sindiran tidak langsung terhadap PDIP. Polemik tersebut bahkan berkembang menjadi saling balas komentar antar politisi dalam beberapa waktu terakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo Pati dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
• 17 menit lalutvonenews.com
thumb
Polda Jabar Tegaskan Taufik Tersangka Penyekapan Ditangkap, Bukan Serahkan Diri
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Komunikasi Terakhir Keluarga dengan Wanita Tewas di Mobil Pelat Merah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Boni Hargens: Konsep Presisi Listyo Sigit Bawa Perubahan Signifikan di tubuh Polri
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
5 Destinasi Wisata Unggulan di Purwakarta, Nomor 1 Bikin Wisatawan Rindu-Gaya Hidup
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.