Pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkap komunikasi terakhir Ruly Yunis Setiawati (50) dengan anak dan suaminya sebelum ia ditemukan tewas dalam mobil pelat merah M 1090 GP di Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu (25/6).
Ruly merupakan ASN yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan.
Menurut Risang, pada Kamis (18/6), Ruly berangkat seperti biasa ke kantornya. Kepada keluarga, ia berpesan tidak akan pulang dalam dua hari ke depan.
"Kalau hari Kamis berangkat seperti biasa ya ke kantor. Berangkat ke kantor, kan tinggal dengan anaknya seperti biasa. Kemudian menghubungi, 'Oh nanti pulang lusa'," kata Risang kepada kumparan, Kamis (25/6).
Berikut kronologi lengkap komunikasi terakhir Ruly dengan keluarganya:
Kamis, 18 Juni 2026
Pengacara keluarga korban mengatakan Ruly berangkat kerja seperti biasa pada Kamis (18/6). Ia memberi tahu keluarganya bahwa dirinya tidak akan pulang hingga dua hari kemudian tanpa menjelaskan alasannya.
"Kalau hari Kamis berangkat seperti biasa ya ke kantor. Berangkat ke kantor, kan tinggal dengan anaknya seperti biasa. Kemudian menghubungi, 'Oh nanti pulang lusa'," ucap Risang.
Jumat, 19 Juni 2026
Keesokan harinya, korban masih sempat memberikan kabar kepada adiknya melalui video call.
"Jumat masih video call dengan adiknya," ucapnya.
Sabtu, 20 Juni 2026
Pada Sabtu (20/6) pagi, korban juga masih berkomunikasi dengan anak dan suaminya melalui telepon serta pesan singkat. Namun, setelah itu korban hilang kontak.
"Sabtu tuh masih teleponan dengan anaknya dan chatting dengan suaminya. Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi," katanya.
Rabu, 25 Juni 2026
Pada Rabu (25/6) siang, korban ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang Innova hitam yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda.
"Kalau penanganannya sudah ditangani oleh Reskrim ya dari Polresta Sidoarjo. Sudah dilakukan penyelidikan, sudah dikumpulkan bukti-bukti, sudah dilakukan wawancara dengan pihak keluarga," kata dia.
Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Korban pertama kali ditemukan oleh pengemudi ojek online (ojol). Mereka curiga setelah melihat air menetes dari dalam kabin mobil. Setelah diperiksa, ditemukan jasad seorang wanita yang mengenakan gamis kuning.





