YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Periode 2019-2024, Mahfud MD, menyebut selalu ada kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus perjuangan.
Mahfud menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya pengakuan eks Ketua BEM FH Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima bayaran saat aksi unjuk rasa pada Senin, 15 Juni 2026.
“Sangat menyedihkan ya kalau sampai mahasiswa mau dibayar untuk itu,” kata Mahfud di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (25/6/2026), seperti dikutip dari YouTube Kompas TV.
Baca Juga: Mahfud MD Soal Mahasiswa Terima Bayaran Saat Demo: Sangat Menyedihkan!
“Meskipun di setiap waktu selalu ada kelompok-kelompok kecil mahasiswa yang keluar dari arus utama perjuangan, itu sejak dulu ada.”
Ia menceritakan, saat dirinya masih menjadi mahasiswa, banyak intel yang menyamar menjadi aktivis mahasiswa.
“Zaman saya mahasiswa dulu banyak intel-intel itu mahasiswa, ngerangkap intel, mengerangkap jadi aktivis dan baru baru cair lagi hubungan kami sesudah orde baru runtuh,” tuturnya.
“Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzer, kan. Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta itu”
Meski demikian, ia meyakini bahwa hal semacam itu, hanya terjadi pada sebagian kecil mahasiswa dan mudah ketahuan. Mahfud pun mengingatkan agar mahasiwa jangan mau dipecah belah.
“Tapi itu arus kecil, arus kecil, dan mudah ketahuan juga kan. Sebaiknya mahasiswa itu jangan mau dipecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini, BEM itu, begitu,” ujarnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- mahfud md
- demo bayaran
- aksi unjuk rasa
- demonstrasi
- aksi mahasiswa





