JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax membuat sejumlah pengendara di Jakarta harus mengatur ulang pengeluaran sehari-hari.
Demi tetap bisa mengisi tangki kendaraan, sebagian dari mereka mengaku mulai mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak terlalu mendesak, termasuk membeli kopi.
Rifky Ghivari (32), salah seorang pengguna mobil, mengaku biaya untuk membeli BBM kini semakin membebani anggaran bulanannya.
Baca juga: Dua Pekan Harga Pertamax Naik, Ojol di Jaksel Pilih Pertalite dan Kurangi Rokok
Ia bahkan harus mengurangi kebiasaan membeli kopi agar pengeluaran untuk bensin tetap terpenuhi.
"Ya sekarang ngurangin beli kopi. Biasanya kalau lagi kerja atau di jalan suka beli kopi, sekarang lebih dipilih buat bensin," kata Rifky saat ditemui di Cikini Raya Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Menurut Rifky, pengeluaran untuk Pertamax kini mencapai hampir Rp 500.000 dalam sepekan.
Kondisi tersebut membuat perhitungan keuangannya berubah dibanding sebelumnya.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Ojol di Bogor Pangkas Belanja Dapur hingga Ganti BBM
"Hitung-hitungannya udah mulai berubah, kalau dulu lebih banyak pengeluarannya buat belanja bulanan tapi sekarang ke bensin. Bensin hampir habis Rp 500.000 buat semingguan," ujarnya.
Meski demikian, Rifky mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax karena kendaraan yang digunakannya sejak awal memang menggunakan BBM RON 92.
"Tapi kendaraan saya memang dari awal sudah pakai Pertamax, jadi buat pindah agak riskan juga," katanya.
Hal serupa dilakukan Farhan (29). Ia mengaku mulai mengurangi sejumlah pengeluaran harian, termasuk membeli kopi atau minuman saat beraktivitas di luar rumah.
Menurut Farhan, kenaikan harga Pertamax membuatnya harus lebih “mengirit” anggaran pengeluaran hariannya agar BBM tetap terpenuhi.
Baca juga: Pengendara Tak Lagi Isi Full Tangki Usai Pertamax Naik: Takut Lebih dari Rp 200.000
"Kalau dulu masih sering beli kopi atau minuman pas di jalan. Sekarang lebih dikurangi karena harus ngatur bujet bensin juga," ujar Farhan.
Bahkan, diakui Farhan, saat ini dirinya tidak lagi mengisi penuh tangki kendaraan setiap kali datang ke SPBU.
Ia memilih membatasi pembelian Pertamax sebesar Rp 200.000 setiap kali mengisi bensin. "Sekarang sudah di-bujet beli dengan nyebutin nominalnya Rp 200.000. Kalau dulu bilangnya full ya, sekarang takut lebih dari Rp 200.000, jadi sesuai bujet aja sanggupnya segitu," katanya.





