JAKARTA, KOMPAS.com - Meski harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan, sebagian pengendara tetap menggunakannya karena khawatir dengan kondisi mesin kendaraan mereka.
Salah satunya Rudi (41), pengemudi ojek online (ojol), yang menilai kandungan Pertalite kurang baik untuk kondisi mesin motornya.
"Kalau masih pakai Pertamax selain males antre Pertalite yang panjang, takut kalau pakai itu (Pertalite) mesin motor takut kotor, nanti berebet," kata Rudi saat ditemui di SPBU kawasan Jatinegara, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: Pertamax Naik, Pengendara Mulai Korbankan Gaya Hidup: Ngopi hingga Jajan Dikurangi
Rudi menceritakan, biasanya ia mengisi penuh tangki motornya dengan Pertamax senilai Rp 40.000.
Namun kini, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per hari.
"Kalau berat pasti berat, tapi ketimbang motor jadi enggak enak buat ngojek ya mending Pertamax, kalau ngaruh naik ya lumayan, tapi biar nyaman aja," tutur Rudi.
Baca juga: Dua Pekan Harga Pertamax Naik, Ojol di Jaksel Pilih Pertalite dan Kurangi Rokok
Rudi mengatakan, saat ini ia membawa pulang pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari.
"Kalau dulu mungkin kalau rajin bisa minimal Rp 150.000, tapi sekarang apa-apa naik, kaya makan sama bensin saja," tuturnya.
Hal senada disampaikan Ridwan (35), pekerja swasta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, yang mengaku enggan beralih ke Pertalite karena antreannya panjang.
Baca juga: Harga Pertamax Naik, Ojol di Bogor Pangkas Belanja Dapur hingga Ganti BBM
"Memang dari dulu pakai pertamax, pas naik ya jadi takut juga pindah dampaknya ke mesin, apalagi antrianya panjang banget, bukan di sini (Jatinegara) tapi hampir semua, itu kan buang waktu," kata Ridwan.
Ridwan mengatakan, sebelum menggunakan Pertamax, ia kerap mengisi bahan bakar di SPBU Shell dan Vivo dengan BBM RON 92. Namun, ketika stok kosong, ia beralih ke Pertamax.
"Sebelum pertamax, kita pakai Shell dan Vivo ron 92, tapi kan kosong itu jadi ya ke pertamax, males pindah ke 90 (ron) takut motor brebet," katanya.
Setiap harinya, Ridwan mengisi bensin motornya sekitar Rp 60.000 hingga Rp 70.000 yang digunakan untuk kebutuhan perjalanan selama dua hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




