BEKASI, DISWAY.ID - Seorang balita di Kota Bekasi diduga mengalami salah suntik vaksin di Puskesmas.
Imbasnya, sang balita mengalami radang otak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti menanggapi adanya salah pemberian vaksin terhadap seorang balita di salah satu puskesmas.
Akibat dari salah pemberian vaksin membuat sang balita harus menjalani perawatan di ruang PICU sampai terkena radang otak.
BACA JUGA:Pusat Militer AS Diserang Wabah Flu, Ratusan Tentara Tumbang di Tengah Keputusan Vaksin hanya Opsional
Mendengar adanya insiden tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi langsung mengambil tindakan dengan memberikan pendampingan terhadap pasien dan keluarga.
Menurut Satia, kejadian tersebut dapat terjadi karena adanya kesalahpahaman saat dilakukan pelayanan.
"Betul, ada miskomunikasi dan kami sudah melakukan pendampingan di RS Hermina sejak kemarin," jelas Satia di Bekasi pada Kamis, 25 Juni 2026.
BACA JUGA:Kamu Sudah Vaksinasi Influenza Belum? Ahli Ingatkan Sebaiknya Rutin Tiap Tahun karena Virus Bermutasi
Lebih lanjut, Setia menyampaikan bahwa kondisi dari sang balita kian membaik setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit.
"Pasien sudah pulih, sehat, dan telah kembali ke rumah," ucap dia.
Semasa pasien tengah menjalankan perawatan, kata Satia, seluruh pembiayaan rumah sakit sudah ditanggung lewat asuransi yang dimiliki.
BACA JUGA:Kamu Sudah Vaksinasi Influenza Belum? Ahli Ingatkan Sebaiknya Rutin Tiap Tahun karena Virus Bermutasi
Bilamana keluarga korban tidak mempunyai bantuan, maka pemerintah Kota Bekasi siap menerima seluruh biaya.
"Karena pasien memiliki asuransi, maka dibayar dari asuransi pekerjaannya. Tetapi apabila tidak ter-cover, Pemerintah Kota Bekasi siap menanggung. Pembayaran klaim rumah sakit tidak bisa dilakukan secara ganda," ujar Satia.
- 1
- 2
- »





