Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (Dirjen SPSK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin memastikan rencana penerbitan surat utang Panda Bond masih sesuai jadwal, yakni pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
Herman menerangkan hingga saat ini, proses perizinan penerbitan Panda Bond terus berjalan. Dalam kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke China pekan lalu, Purbaya bertemu Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng untuk membahas percepatan proses perizinan.
“(Penerbitan Panda Bond) Sesuai jadwal sih. Kemarin kita sudah ketemu, karena perizinannya memang harus masuk juga ke PBOC,” kata Herman, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pihak Bank Sentral China menyambut positif rencana penerbitan Panda Bond dan siap membantu mempercepat proses yang diperlukan. Namun, sejumlah tahapan administrasi tetap harus dipenuhi sebelum penerbitan dilakukan.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyebut pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
“Pertama sih targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat marketnya seperti apa. Kalau marketnya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung kondisi market,” ujar Purbaya, di Beijing, Kamis (18/6).
Pernyataan tersebut disampaikan usai serangkaian pertemuan dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor dalam kunjungan resmi ke China, pada 16-19 Juni 2026.
Pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam denominasi yuan (renminbi), sehingga bisa dipasarkan langsung kepada investor di China daratan.
“Dalam pertemuan dengan PBOC, kami diminta mempercepat pengajuan dokumen perizinan. Memang dari pihak underwriter belum dimasukkan, sehingga PBOC meminta agar segera diajukan supaya bisa langsung diproses. Dukungan mereka terhadap rencana ini sangat baik,” kata Purbaya.
Baca juga: Purbaya sebut Panda Bond lebih menarik dari Dim Sum Bond
Baca juga: Purbaya akan ke China dan Inggris untuk promosi surat utang RI
Herman menerangkan hingga saat ini, proses perizinan penerbitan Panda Bond terus berjalan. Dalam kunjungan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke China pekan lalu, Purbaya bertemu Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng untuk membahas percepatan proses perizinan.
“(Penerbitan Panda Bond) Sesuai jadwal sih. Kemarin kita sudah ketemu, karena perizinannya memang harus masuk juga ke PBOC,” kata Herman, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pihak Bank Sentral China menyambut positif rencana penerbitan Panda Bond dan siap membantu mempercepat proses yang diperlukan. Namun, sejumlah tahapan administrasi tetap harus dipenuhi sebelum penerbitan dilakukan.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyebut pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
“Pertama sih targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat marketnya seperti apa. Kalau marketnya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung kondisi market,” ujar Purbaya, di Beijing, Kamis (18/6).
Pernyataan tersebut disampaikan usai serangkaian pertemuan dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor dalam kunjungan resmi ke China, pada 16-19 Juni 2026.
Pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dalam denominasi yuan (renminbi), sehingga bisa dipasarkan langsung kepada investor di China daratan.
“Dalam pertemuan dengan PBOC, kami diminta mempercepat pengajuan dokumen perizinan. Memang dari pihak underwriter belum dimasukkan, sehingga PBOC meminta agar segera diajukan supaya bisa langsung diproses. Dukungan mereka terhadap rencana ini sangat baik,” kata Purbaya.
Baca juga: Purbaya sebut Panda Bond lebih menarik dari Dim Sum Bond
Baca juga: Purbaya akan ke China dan Inggris untuk promosi surat utang RI





