Seorang siswa SMP di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), diduga jadi korban bullying disekap dan dianiaya oleh kakak kelasnya di toilet sekolah. Ibu korban mengungkapkan anaknya mengalami trauma dan nyaris tiga bulan tidak masuk sekolah pascakejadian tersebut.
"Kalau berangkat sekolah, anak saya sejak 3 April yang sudah ketahuan itu sudah nggak sekolah. Sementara saya pengin anak saya kembali sekolah karena kan hampir 3 bulan sekolah," kata ibu korban sembari menangis saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Jateng, dilansir detikJateng, Kamis (25/6/2026).
Hasil konseling menyebutkan anak tersebut takut jika melihat sekolahnya dan toilet yang menjadi tempat diduga siswa itu di-bully kakak kelasnya.
"Konseling di UPTD PPA hasilnya itu dia takut kamar mandi dan sekolah, jadi dia takut sekolah. Memangnya kalau misalnya ngelihat sekolah gitu dia kayak takut gitu. Punya trauma," ucapnya.
Sebagai informasi, kasus perundungan ini telah dilaporkan ke polisi. Kasus tersebut saat ini telah masuk proses penyidikan.
"Kasus yang kekerasan kemarin kan proses lidik. Nah, sekarang masuk proses penyidikan," kata Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, saat dihubungi detikJateng, Selasa (23/6).
Simak selengkapnya di sini.
(fas/rfs)





