JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua RT 11/07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam basori soal sampah memililiki ide inovatif dalam pengolahan sampah warga dengan membuat Kompos Keliling (Kompling) yang menggunakan gerobak yang berkeliling kampung.
Ide ini menggunakan gerobak yang berkeliling di lingkungan RT untuk menjemput sampah organik dari rumah warga dan mengolahnya menjadi kompos.
BACA JUGA:Profil dan Riwayat Pendidikan Fathimah Azzahra Wakil Ketua BEM UI Adu Argumen Soal Korupsi MBG
Imam mengatakan, inovasi tersebut karenan keinginan menyelesaikan menyelesaikan masalah sampah ini di lingkunganya mulai dari hulu.
"Makanya kita jemput bolanya ke rumah tangga. Jadi kita mulai dari dapur rumah tangga dulu. Mulai dari tingkat rumah dulu. Kalau itu sudah bisa terselesaikan mulai dari hulunya insya Allah sampai ke hilirnya ya nggak sampai menumpuk ya," kata Imam saat ditemui.
Menurutnya, penanganan sampah organik yang dimulai dari rumah tangga dapat mencegah penumpukan sampah yang selama ini menjadi persoalan.
BACA JUGA:Rusak Ditabrak Truk, Transjakarta Pastikan Halte Tebet Eco Park Tetap Layani Pelanggan
"Insya Allah berikutnya tidak ada sampai penumpukan sampah. Apalagi sampah organik ya. Biasanya kan menimbulkan cium bau yang agak menyengat dan lain sebagainya ya," ujarnya.
Ia menyebut program Kompling saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada warga. Imam menargetkan layanan pengambilan sampah dilakukan setiap hari.
"Nantinya kita sosialisasi itu. Ini kan baru kemarin launching. Masih kita sosialisasikan ke masyarakat. Setidaknya kita lakukan ini setiap hari ya. Setiap hari. Karena kita masih menunggu alat yang lebih besar lagi," katanya.
Imam berharap lingkungan yang dipimpinnya dapat mencapai target zero sampah melalui pengelolaan mandiri di tingkat warga.
BACA JUGA:Absen di Pesta Ulang Tahunnya, Lisa BLACKPINK dan Frederic Arnault Dirumorkan Putus
"Ya, harapan kita kita zero sampah ya. Kita targetnya zero sampah. Ya mungkin yang jadi PR berikutnya mungkin kita mau mempelajari yang katanya Pak Camat itu sampah residu. Yang masih nggak bisa didaur ulang. Kita mau coba pelajari setidaknya kita sudah nggak buang lagi ke tempat pembuangan sampah," ujarnya.
Selain aspek lingkungan, Imam menilai sampah juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sebenarnya masyarakat itu bisa teredukasi bahwa sampah itu bisa menjadi pemasukan. Bisa menambah nilai ekonomis ya. Nah itu yang terpenting ya," katanya.
- 1
- 2
- »




