Dugaan Arisan Bodong di Kediri, Belasan Warga Datangi Rumah Terduga Pengelola Minta Dana Dikembalikan

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Belasan warga yang mengaku menjadi korban dugaan arisan bodong mendatangi rumah seorang perempuan berinisial YM di Dusun Kartosari, Desa Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta kejelasan terkait dana arisan dan investasi yang hingga kini belum dikembalikan.

Para peserta yang datang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mediasi.

Salah seorang peserta arisan, Sinta, mengaku mulai mengikuti arisan daring yang dikelola YM sejak Januari 2026. Ia mengikuti kelompok arisan dengan nilai Rp35 juta, di mana setiap anggota menyetor Rp1 juta setiap bulan. “Ya banyak (kerugian). Kan ini 35 itu sudah masuk 6 bulan, ya sekitar 6 itu, 6 juta itu sudah masuk,” katanya.

Menurut Sinta, pada awalnya arisan berjalan sebagaimana mestinya menggunakan sistem undian dan spin wheel. Namun, seiring berjalannya waktu, sejumlah peserta mulai mencurigai adanya kejanggalan dalam proses penentuan pemenang.

“Jadi setiap kali putaran itu yang dapat mesti yang si owner-nya. Kayak jual nama gitu loh. Jadi pakai nama-nama palsu. Bilangnya, ‘Oh, selamat ya, ini dapat.’ Tapi ternyata itu owner sendiri,” ungkapnya.

Kecurigaan serupa juga disampaikan korban lain berinisial G, warga Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo. Ia menduga hasil pengundian telah dimanipulasi setelah menemukan ketidaksesuaian waktu pengundian dan tidak adanya bukti transfer kepada nama yang diumumkan sebagai pemenang.

“Jadi kita awalnya ya positif thinking, tapi kalau sudah ketahuan kayak gini kan sudah mikir, oh kembalinya susah. Jadi buyar saja,” ujarnya.

Selain arisan, sejumlah warga juga mengaku mengalami kerugian dari skema investasi yang ditawarkan YM.

Salah satunya Putri, warga Kecamatan Kandat, yang mengaku menyerahkan emas batangan dan uang tunai dengan total nilai sekitar Rp100 juta sebagai bentuk kerja sama investasi. “Kalau diuangkan mungkin sekitar 100 juta. Harapannya ya pengin kembali,” katanya.

Menurut Putri, hubungan kerja sama tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Namun dalam beberapa bulan terakhir komunikasi dengan YM semakin sulit hingga akhirnya menimbulkan kekhawatiran.

“Emas batangan, terus habis itu sama uang. Katanya join kerja. Cuma belakangan nggak ada kabar. Setiap saya tanya jawabnya ‘sebentar, sebentar’, tapi nyatanya nggak ada komunikasi,” ungkapnya.

Kepala Dusun Kartosari mengatakan pemerintah desa bersama aparat kepolisian telah berupaya mempertemukan kedua belah pihak melalui jalur mediasi. Namun hingga pertemuan berakhir, belum tercapai kesepakatan yang dapat diterima semua pihak.

“Untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban di lingkungan kami, pihak Polsek Kandat berkoordinasi dengan Polres Kediri. Yang bersangkutan tadi dibawa ke Polres,” jelasnya.

Pemerintah desa juga membuka ruang bagi masyarakat lain yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut melalui Polres Kediri atau berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kandat agar dapat difasilitasi sesuai prosedur.

Sementara itu, Kapolsek Kandat, IPTU Abdul Aziz, membenarkan adanya warga yang mendatangi lokasi untuk meminta kejelasan terkait dana yang telah mereka setorkan.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima Polsek Kandat karena para peserta berasal dari sejumlah wilayah berbeda di Kabupaten Kediri. Oleh sebab itu, penanganan selanjutnya dilakukan oleh Polres Kediri.

“Sementara di Polsek belum ada laporan karena pembayarannya dilakukan oleh warga dari beberapa wilayah di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses penyelesaian masih mengedepankan mediasi dan jalur kekeluargaan. Namun apabila tidak tercapai kesepakatan serta terdapat laporan resmi yang disertai alat bukti, maka proses hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bu YM sudah dibawa ke Polres. Yang pertama tetap diutamakan kekeluargaan dulu. Kalau tidak ada titik temu, baru dilakukan langkah-langkah hukum,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti warga yang mengaku menjadi korban maupun total nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Sejumlah korban memperkirakan kerugian keseluruhan dapat mencapai miliaran rupiah karena melibatkan peserta arisan, investor, serta pemberi pinjaman pribadi. [nm/kun]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luhut Akui Pelaksanaan MBG Terburu-buru, Ini Penjelasannya
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sinyal Banjir Pasokan, Harga Minyak Turun Dekati US$ 70 per Barel
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Meksiko Sapu Bersih Laga Grup A, Lolos 32 Besar Usai Gebuk Ceko 3-0
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Jangan Keliru! Polisi Jelaskan Soal Kabar Viral Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Ternyata Begini Faktanya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Tanggamus, Cek Kekuatan Magnitudonya!
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.