Dinkes Jabar Bantu Yuvita Korban Penyiksaan di Bandung Pulihkan Trauma

republika.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Yuvita Tri Rezeki (29 tahun), korban penyekapan dan penyiksaan yang diduga dilakukan kekasihnya, Taufik Hidayat (30) akan menjalani pemulihan psikis. Korban saat ini fokus menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung usai mengalami kejadian menyeramkan selama tiga tahun.

Korban disekap dan disika pelaku di sebuah kontrakan di Gang Mesjid, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keberadaan dan kondisi korban baru ditemukan keluarganya dalam kondisi kritis di rumah sakit, setelah pihak keluarga mendapatkan pesan dari pengirimi misterius yang menyebut korban tengah dalam perawatan. 

Baca Juga
  • Begini Kondisi Yuvita Saat Dibawa Diselamatkan dari Sekapan Taufik Hidayat
  • Teman Kerja Sesama Debt Collector Minta Taufik Serahkan Diri Usai Jadi Tersangka Penyiksaan Yuvita
  • Pengakuan Penjaga Kos: Kepala Yuvita Retak dan Bernanah, Pelaku Kirim Ancaman Pembunuhan
"Nanti insya Allah ditempatkkan di Rumah Aman, jadi tidak di rumahnya dulu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi di Bandung Barat, Selasa (23/6/2026).

Dia menjelaskan, selain mendapatkan pengobatan medis di RSHS Bandung, pihaknya juga akan menerjunkkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikis korban. Sebab, korban mengalami trauma usai tiga tahun disekap dan disiska kekasihnya hingga akhirnya terungkap tiga tahun kemudian. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Betul itu sudah satu paket (pemulihan trauma korban)," ucap Vini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republikajabar (@republikajabar)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apindo nilai DSI perkuat tata kelola ekspor tanpa bebani usaha
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Kasus 3 Pengamen di Bekasi Bakar Pagar Rumah Warga Berakhir Restorative Justice
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mensesneg: 2 Perusahaan Otomotif Jepang Tunda Relokasi ke Vietnam
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Amanda Manopo Terus Cari Oknum Internal yang Diduga Lakukan Penggelapan Dana Perusahaan
• 22 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.