Banyumas: Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meresmikan Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Potensi yang diberdayakan yaitu Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (Permata).
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyampaikan program ini menjadi langkah awal implementasi 1.001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat sebagai model pengentasan kemiskinan berbasis potensi unggulan. Pemberdayaan fokus pada wilayah yang memiliki potensi komoditas unggulan namun masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi.
"Kemiskinan di kawasan yang produktif bukan takdir. Tugas kita adalah memastikan potensi kawasan benar-benar berpihak kepada masyarakat," kata Cak Imin melalui keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Baca Juga :
Menko PM: Perbaikan Tata Kelola MBG Upaya Tepat Tingkatkan Mutu SDMSedangkan Permata mendorong pemberdayaan perempuan melalui budidaya Ayam ELBA di 15 desa. Hal itu dinilai sebagai penguat ketahanan ekonomi keluarga.
Abdul Haris berharap pilot project dapat direplikasi di berbagai sentra komoditas unggulan di Indonesia. "Cilongok hari ini bukan sekadar satu kecamatan di Banyumas, tetapi menjadi titik awal perjalanan menuju 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di seluruh Indonesia," pungkas Abdul Haris.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan simbolis kolaborasi Bank Mandiri dan Kemenko PM berupa pemberian sarana dan prasarana budi daya ayam petelur, serta pemberian penghargaan kepada mitra dan kolaborator kawasan seperti Bank Mandiri, Baznas RI, Eduwisata Pereng, Bappeda Banyumas, IKA Universitas Terbuka, Kawasan produksi Widuri, Koptan Maripan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Village on Mars (VoM).
Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menghadiri Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor di Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jateng. Foto: Istimewa.
Sementara itu, perwakilan generasi muda asli Banyumas sekaligus Tim Pengembangan Kawasan Pemberdayaan Cilongok, Muhammad Faishol, menyambut baik kolaborasi besar tersebut. Menurut dia, keterlibatan anak muda merupakan kunci keberlanjutan industri gula kelapa rakyat.
"Selama ini ada kekhawatiran mengenai regenerasi penderes di Banyumas. Melalui modernisasi ekosistem dari hulu ke hilir dan wadah koperasi ini, kami anak muda melihat masa depan yang cerah di desa. Gula kelapa bukan lagi sekadar profesi tradisional, melainkan komoditas ekspor kelas dunia yang membanggakan dan mampu memutus rantai kemiskinan di Cilongok," ujar Faishol.
Melalui pilot project ini, Kemenko PM menegaskan komitmennya untuk membangun model pemberdayaan masyarakat yang tidak berdiri sendiri, tetapi bertumpu pada kolaborasi lintas kementerian lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan kelompok masyarakat.
Banyumas diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas lokal yang mampu menembus pasar lebih luas, memperkuat ekonomi desa, dan berkontribusi nyata pada agenda pengentasan kemiskinan nasional.




