JAKARTA, DISWAY.ID – Lembaga indeks global MSCI memutuskan mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market dalam hasil Market Classification Review terbaru.
Keputusan tersebut pun disambut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menilai langkah MSCI menjadi bukti bahwa fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia masih kuat serta tetap mendapat kepercayaan dari investor global.
Dalam penuturannya, Menko Airlangga menilai bahwa hasil review MSCI tersebut merupakan sinyal momentum untuk pihak-pihak terkait untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia.
BACA JUGA:Dasco Geram Ekonomi Indonesia Dibilang Tak Stabil, Ada yang Sengaja Menggoreng Isu Global
"Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal," ucap Menko Airlangga kepada media di Jakarta, pada Kamis 25 Juni 2026.
Dalam hal ini, Menko Airlangga juga menekankan bahwa fokus Pemerintah adalah untuk memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor.
"Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal," tegas Airlangga.
BACA JUGA:38 Event Pariwisata Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja, Putar Ekonomi Rp86 Miliar
"Dengan implementasi reformasi yang konsisten, ditopang fundamental ekonomi yang kuat dan stabilitas makroekonomi yang terjaga," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif Dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi juga menuturkan bahwa dalam pengumuman Market Classification Review tersebut, MSCI telah memberikan catatan yang positif terkait agenda reformasi pasar modal Indonesia.
Dalam hal ini, MSCI telah memberikan pengakuan atau acknowledgement terhadap berbagai inisiatif dan progres program reformasi, yang terus diperkuat ke depan.
BACA JUGA:Jeritan Driver Ojol Hingga IRT Efek Domino Kenaikan Harga BBM, Dapur Ngebul Meski Lauk Pauk Makin Ekonomis
Menurutnya, hal ini menunjukkan bagaimana capaian reformasi yang dilakukan oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mendapat recognition yang berarti, sehingga semakin mengukuhkan kredibilitas dan investability pasar modal dalam negeri.
"Mereka telah memanfaatkan data yang semakin transparan yang dihasilkan dari reformasi pasar modal kita, sebagai sumber baru dalam asesmen mereka. Catatan positif tersebut menggarisbawahi capaian pasar modal kita yang sudah diumumkan dalam MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada minggu lalu (18 Juni 2026)," tutur Hasan.





