Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad merespons ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada sejumlah sektor industri tanah air dengan melakukan serangkaian komunikasi dengan pimpinan perusahaan.
Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin turut mengapresiasi langkah cepat Sufmi Dasco tersebut.
Menurutnya kecepatan komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Dasco menunjukkan keberpihakan terhadap perlindungan tenaga kerja sekaligus upaya menjaga keberlangsungan dunia usaha.
"Yang kita hadapi hari ini adalah situasi yang kompleks. Dunia usaha sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan, sementara para pekerja juga membutuhkan kepastian atas masa depan mereka. Karena itu, langkah cepat Pak Sufmi Dasco yang langsung membangun komunikasi dengan berbagai pihak patut diapresiasi," kata Nasarudin, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Ia menilai komunikasi yang dilakukan Dasco dengan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah penting untuk mencari solusi yang tidak hanya melindungi tenaga kerja tetapi juga menjaga agar industri tetap dapat beroperasi secara sehat.
Menurut Nasarudin dalam situasisaat ini seluruh pihak perlu mengedepankan semangat gotong royong.
"Kita tidak boleh melihat persoalan ini secara hitam putih. Perusahaan tentu ingin tetap bertahan dan menjaga usahanya, sementara para pekerja juga memiliki hak untuk memperoleh kepastian pekerjaan. Di sinilah negara perlu hadir sebagai jembatan agar solusi yang diambil mampu melindungi kedua belah pihak," ujarnya.
Nasarudin juga mengingatkan bahwa menjaga iklim investasi dan keberlangsungan industri sama pentingnya dengan menjaga lapangan pekerjaan.
Sebab, apabila industri terus mengalami tekanan, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berkurangnya kesempatan kerja dan melemahnya aktivitas ekonomi.
Menurutnya pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat sektor industri nasional dan menciptakan lapangan kerja.
Oleh karena itu, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas industri perlu diselesaikan secara cepat melalui koordinasi lintas lembaga.
"Kami percaya pemerintah terus bekerja mencari formulasi terbaik. Dalam kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan solusi, bukan saling menyalahkan. Kepentingan pekerja harus dijaga, tetapi keberlangsungan dunia usaha juga harus dipastikan agar roda ekonomi tetap bergerak," katanya.



