Pemerintah Dinilai Komit Buka Ruang Dialog dengan Publik

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menunjukkan komitmen untuk mendengar berbagai aspirasi publik melalui pendekatan dialog dan evaluasi kebijakan.

Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator keterbukaan pemerintah terlihat dari kesediaan membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Baca Juga :
Kemenko PM Resmikan Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi
Anggota DPR: Pemerintah dan PLN Gerak Cepat Atasi Masalah Listrik di Pulau Jawa

"Hal yang perlu diapresiasi kepada pemerintah adalah mau menerima dan membuka dialog dengan demonstran. Hal itu menunjukan pemerintahan Pak Prabowo demokratis dan tidak anti kritik," kata Alwan, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Alwan, sikap terbuka pemerintah juga tercermin dalam respons terhadap berbagai dinamika ekonomi yang terjadi belakangan ini. Ia menilai pemerintah memilih mendengarkan masukan dari para ahli ekonomi maupun masyarakat sebelum menentukan langkah kebijakan.

"Perlu dipahami bahwa pelemahan Rupiah dan IHSG turun karena berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, perang, kenaikan suku bunga dunia, ketidakpastian politik, atau perlambatan ekonomi domestik. Karena itu, respons pemerintah disesuaikan dengan penyebab utama penurunan tersebut," katanya 

Tak hanya di sektor ekonomi, Alwan juga menilai pemerintah menunjukkan komitmen memperbaiki pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo.

Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang muncul selama implementasi program tersebut.

"Sedangkan MBG merupakan bentuk komitmen Pak Prabowo dalam menepati janji politik kampanyenya, bahwa ada kekurangan dalam implementasi MBG, pemerintah langsung melalukan mitigasi dan ruang perbaikan ke depan," tutur dia.

Alwan berharap ruang dialog yang telah dibuka pemerintah dapat dimanfaatkan secara konstruktif sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan perbaikan kebijakan.

"Maka jika pemerintah sudah berkomitmen memperbaiki dan mebuka ruang dialog semestinya eskalasi maasa aksi harus berkurang dan dihentikan," tutur dia lagi.

Baca Juga :
Dugaan Pemberian Uang Rp20 Juta ke Ketua BEM FH UBK, Gerindra: Jangan Memecah Belah Presiden dan Wapres
Capaian Dividen Telkom 2026 Lampaui Kinerja di 2025, Komisi VI DPR Beri Apresiasi
Momen Riuh Warga Teriakan Nama Seskab Teddy di Depan Prabowo

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lika-Liku Kesuksesan Perjalanan Karier Cahya Supriadi, Dulu Bermodal Rp200 Ribu Ikut Seleksi Akademi Persija
• 20 jam lalubola.com
thumb
Hendry Munief Tinjau Ekonomi Kreatif Riau, Hasil Kunjungan Disiapkan untuk Usulan RAPBN 2027
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Psikolog: Sikap Ayah ke Ibu Jadi Salah Satu Patokan Anak Perempuan Cari Pasangan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Polri cek kontainer dan sita 300 dokumen terkait pelanggaran ekspor
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Babak 1 Paraguay vs Australia: Skor Masih Imbang tanpa Gol
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.