Sinyal Pemulihan Kinerja di Balik Aksi Petinggi Astra Borong Saham ASII

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah petinggi emiten otomotif, PT Astra International Tbk. (ASII) kompak memborong saham di tengah membaiknya proyeksi pemulihan kinerja perseroan pada paruh kedua tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026), Komisaris Astra International Prijono Sugiarto tercatat membeli 875.000 saham ASII dalam transaksi terpisah sepanjang Juni 2026.

Secara rinci, aksi serok saham tersebut dilakukan dalam tiga kali transaksi dengan rentang harga pelaksanaan Rp4.692 hingga Rp4.789 per saham. Dengan demikian, total investasi Prijono mencapai Rp4,15 miliar. 

Melalui rangkaian transaksi itu, kepemilikan saham Prijono di dalam ASII merangkak naik dari posisi 4,30 juta unit saham atau setara 0,0106% hak suara menjadi 5,17 juta unit saham dengan porsi hak suara 0,0128%.

Langkah akumulasi yang jauh lebih agresif diperlihatkan oleh Direktur Astra International Djap Tet Fa yang merogoh kocek hingga Rp14,52 miliar. 

Djap Tet Fa tercatat memborong 3.000.000 unit saham ASII secara bertahap melalui pasar tidak langsung pada medio 17 Juni sampai dengan 22 Juni 2026 dengan harga pelaksanaan berkisar Rp4.800 hingga Rp4.858 per saham. 

Baca Juga

  • Gelombang Buyback ASII, GOTO Cs Saat IHSG Tertekan, Ini Kata Analis
  • Historia Bisnis: Awal Mula Astra (ASII) Kempit Bank Permata (BNLI)
  • Astra (ASII) Realisasikan Buyback Rp810,70 Miliar

Transaksi ini sekaligus mengubah posisi kepemilikan saham Djap Tet Fa di dalam tubuh ASII dari yang semula nihil menjadi menguasai 0,0074% hak suara.

Sentimen positif internal ini sejalan dengan riset terbaru yang mengerek rekomendasi saham ASII menjadi buy dengan target harga Rp5.800 per saham.

Dari lantai bursa, saham ASII kini bertengger di level Rp4.920 per saham hingga akhir perdagangan Kamis (25/6/2026). Harga itu mencerminkan penurunan 26,57% sejak awal tahun, tetapi menguat 3,14% dalam lima hari terakhir. 

Analis Indo Premier Sekuritas (IPOT) Aurelia Barus dan Halima Yefany mengatakan bahwa prospek Astra terdongkrak oleh potensi relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) komoditas batu bara oleh pemerintah.

Pemerintah sebelumnya diketahui membatasi produksi batu bara nasional 2026 di level 600 juta ton. Namun demikian, pemerintah kini membuka ruang relaksasi terukur hingga berpotensi kembali normal ke angka 700 juta ton.

Aurelia dan Halima menilai bahwa kepastian persetujuan relaksasi yang dijadwalkan bergulir hingga akhir Juli 2026 tersebut akan memberikan dampak operasional yang lebih bermakna mulai tahun fiskal 2027.

“Relaksasi RKAB batu bara ini akan menguntungkan segmen alat berat, kontraktor pertambangan, dan bisnis pertambangan batu bara milik PT United Tractors Tbk. [UNTR],” ucapnya dalam riset, dikutip Kamis (25/6/2026).

Di sisi lain, keduanya juga memotret adanya tantangan makro berupa akumulasi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 100 basis poin sepanjang tahun berjalan yang menekan lini bisnis pembiayaan.

Kondisi tingginya suku bunga ini secara historis memiliki korelasi negatif sebesar 56% terhadap volume penjualan grosir kendaraan roda empat Astra. Kenaikan biaya dana juga memerlukan waktu transmisi lebih lama untuk dibebankan kepada konsumen pembiayaan mobil daripada segmen roda dua.

Astra International Tbk. - TradingView

Meski demikian, potensi pertumbuhan kinerja dari UNTR dinilai tebal dan lebih dari cukup untuk meredam seluruh risiko penurunan pada bisnis otomotif Astra.

Secara konsolidasi, estimasi laba bersih inti ASII untuk periode 2027 sampai dengan 2028 disesuaikan naik sebesar 5% - 8% setelah mempertimbangkan amblesnya harga saham perseroan hingga 28% sepanjang tahun berjalan.

Selain valuasi yang dinilai sudah murah, IPOT menyebut pergerakan harga saham ASII ke depan juga diyakini akan ditopang oleh rencana aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp8 triliun.

PENJUALAN MOBIL

Sementara itu, data penjualan mobil nasional periode Mei 2026 memperlihatkan pemulihan solid sekaligus membuktikan resiliensi daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Mei 2026 melonjak 14% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 69.219 unit. Setali tiga uang, penjualan eceran juga terkerek naik 16,8% YoY menyentuh 71.890 unit.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memandang pemulihan penjualan mobil pada Mei 2026 mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat di segmen kelas menengah ke atas untuk barang berdaya tahan lama alias durable goods masih memiliki resiliensi tinggi.

“Adanya perbaikan dari sisi demand yang berkelanjutan ini tentunya sudah tecermin pada pergerakan harga saham otomotif dan komponen yang menguat belakangan,” ujar Nafan kepada Bisnis, beberapa waktu lalu. 

Mengacu data terbaru Gaikindo, Astra Grup secara konsolidasi mengamankan pangsa pasar atau market share sebesar 56% khusus pada Mei 2026.

Merujuk data tersebut, total penjualan mobil di bawah payung Astra secara wholesales pada Mei 2026 mencapai 38.768 unit. Realisasi tersebut mengalami kenaikan tipis dari periode yang sama tahun lalu yakni 34.480 unit.

Sementara itu, secara akumulatif sepanjang Januari hingga Mei 2026, subtotal penjualan mobil Astra secara wholesales telah menyentuh angka 182.136 unit dengan penguasaan total market share nasional sebesar 51%. 

Kontribusi utama penjualan ditopang Toyota dan Lexus yang mengantongi penjualan sebanyak 111.560 unit, disusul Daihatsu dengan total 59.420 unit. Sementara itu, Isuzu menyumbang 10.820 unit dan UD Trucks sebesar 336 unit.

Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, mengatakan seiring pertumbuhan penjualan kendaraan nasional pada lima bulan pertama tahun 2026, kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia dinilai terus berkembang.

“Di tengah berbagai dinamika yang ada, Astra berupaya menghadirkan pilihan produk dan layanan yang relevan bagi pelanggan melalui berbagai merek, segmen kendaraan, serta teknologi yang tersedia,” ujar Windy. 

Ke depan, dia menegaskan Astra akan terus berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan serta menjaga kualitas layanan melalui penguatan jaringan dealer, layanan pembiayaan, purnajual, serta solusi mobilitas lainnya.

_______ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Porsi Simpanan Special Rate Naik Jadi 33,82 Persen Seiring Kenaikan BI-Rate
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Jokowi Tiba di Lampung, Disambut Kader PSI
• 55 menit lalukumparan.com
thumb
Jokowi Awali Safari Politik di Lampung dengan Salat Jumat
• 45 menit laluliputan6.com
thumb
Tenor KPR Subsidi Bisa Sampai 40 Tahun, Pengembang Bilang Begini
• 15 menit lalubisnis.com
thumb
Arsenal resmi permanenkan bek Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.