REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, telah mengumumkan penetapan 465 dunam tanah (setara 115 hektare) di Ramallah dan al-Bireh, Tepi Barat, sebagai tanah negara pada Rabu (24/6/2026). Tanah tersebut bakal digunakan untuk memperluas permukiman ilegal Givat Haroeh.
"465 dunam telah dinyatakan sebagai tanah negara untuk tujuan memperluas permukiman Givat Haroeh," kata Smotrich melalui akun X pribadinya, dikutip laman Middle East Monitor.
Baca Juga
Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Diharapkan Dongkrak Ekonomi Nasional
Penerbangan Haji dari Saudi Diupayakan tak Lagi Kosong, Kursinya untuk Turis Timur Tengah
Eks Polisi Polda Bali Divonis 3 Tahun Penjara Kasus Perdagangan Orang
Dia menambahkan, Israel akan terus melanjutkan proyek permukimannya di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Menurut dia, dengan cara itu keamanan Israel bakal semakin kuat. "Kami terus membangun, memperluas, dan memperkuat kedaulatan yang efektif di lapangan,"kata dia.
Smotrich kemudian menegaskan kembali penolakan dan penentangannya atas berdirinya negara Palestina. "Selama masa jabatan saya, negara Palestina tidak akan didirikan," ucapnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich - (Anadolu Agency)
Saluran berita Israel, Channel 7, melaporkan pengumuman Smotrich soal pengklaiman tanah di Ramallah dan al-Bireh sebagai tanah negara merupakan tindak lanjut dari persetujuan kabinet keamanan Israel pada Februari 2023. Kala itu, kabinet Israel sepakat untuk mengakui Givat Haroeh sebagai "pemukiman independen".
Disebutkan bahwa saat ini pihak berwenang di Israel sedang memajukan rencana pembangunan awal untuk permukiman tersebut yang mencakup lebih dari 900 unit rumah.
Pada Februari lalu, Pemerintah Israel menyetujui keputusan yang memungkinkan mereka untuk mulai merebut tanah-tanah Palestina di Tepi Barat dengan mendaftarkannya sebagai milik negara. Langkah semacam itu menjadi yang pertama sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967.
Tangkapan layar tentara Israel menabrak warga Palestina yang sedang shalat di tepi jalan di Tepi Barat, Kamis (25/12/2025).