BWI Jateng Dorong Pemanfaatan Dana Wakaf di Sektor Produktif

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah berhasil mengumpulkan wakaf sebesar Rp4,4 miliar dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kementerian/lembaga di Jawa Tengah, serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Tingginya serapan dana wakaf tersebut mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk berwakaf.

"Kesadaran wakaf di Jawa Tengah sangat luar biasa. Cuma yang jadi masalah, kebanyakan wakafnya itu 3M. Untuk madrasah, kemudian untuk masjid atau mushola, dan ketiga untuk makam. Tidak banyak yang untuk wakaf produktif," kata Imam Maskur, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Tengah sekaligus Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dikutip Kamis (25/6/2026).

BWI Provinsi Jawa Tengah menyalurkan dana yang sudah terkumpul itu kepada fakir miskin dan mereka yang berhak. Ke depan, Imam menyebut bahwa pihaknya akan ikut menyalurkan dana wakaf tersebut dalam bentuk beasiswa sebagai bentuk dukungan bidang pendidikan.

Imam menyampaikan bahwa dana sebesar Rp4,4 miliar itu masih berbentuk deposito syariah. BWI Provinsi Jawa Tengah membuka peluang kerja sama untuk mengelola dana tersebut.

"Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah lewat wakaf. Mungkin salah satu bentuknya lewat wakaf di sektor produktif. Yang penting amanah," ujarnya saat ditemui Bisnis.

Baca Juga

  • PT Kota Satu Properti Mantapkan Strategi Pertumbuhan Lewat RUPS Tahunan
  • BPS Jateng: Sensus Ekonomi Bersifat Rahasia dan Tak Berhubungan dengan Pajak
  • Investor India Lirik Investasi Produk Pertanian dan Energi Surya di Jateng

Pemanfaatan dana wakaf pada sektor produktif memang masih jarang ditemui di Jawa Tengah. Imam menyebut, meskipun kesadarannya tinggi, namun masyarakat Jawa Tengah masih melihat wakaf sebagai amal jariyah yang bersifat sunah.

"Jadi terkadang, orang-orang memberikan wakaf ya seadanya. Misalnya, kalau punya tanah di pinggir jalan, tidak mungkin diwakafkan karena merasa lebih potensial untuk dibangun ruko atau disewakan," jelas Imam.

Kondisi tersebut yang coba diubah oleh BWI Provinsi Jawa Tengah. Imam menyampaikan bahwa pihaknya mendorong pengelolaan dana dan tanah wakaf untuk mendukung sektor produktif. Langkah itu diambil untuk mendorong manfaat jangka panjang dari wakaf yang diterima.

"Kami juga sedang melakukan sertifikasi nadzir wakaf, karena biayanya cukup mahal juga. Di Jawa Tengah, BWI dalam setahun terakhir sudah membiayai 100 orang. Total sudah ada 200 orang nadzir wakaf yang bersertifikat yang sudah kami bantu," jelas Imam.

Jumlah tersebut tentu masih jauh dari kata cukup. Pasalnya, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah tanah wakaf terbanyak di Indonesia.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan ada 73.864 bidang tanah wakaf di Jawa Tengah yang telah bersertifikat. Jumlah tersebut jadi yang tertinggi di Indonesia.

"Secara nasional prestasi Jawa Tengah di atas rata-rata nasional, yaitu 73%. Ini lompatan luar biasa, terutama sejak tiga tahun terakhir. Kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk melakukan sertifikasi tempat ibadah itu luar biasa," kata Nusron di sela acara penyerahan 243 sertifikat tanah wakaf kepada 243 nadzir se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Setidaknya, masih ada 27.000 masjid, musala, dan tempat ibadah lain di Jawa Tengah yang belum memiliki sertifikat tanah. Nusron berharap, dalam 3 tahun ke depan, capaian sertifikasi tanah wakaf di wilayah tersebut sudah bisa mencapai angka 95%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratas, Ada Perintah Presiden Prabowo kepada Mendiktisaintek Brian Yuliarto
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Menteri Sekretaris Negara Pastikan Latsarmil SPPI Tetap Berjalan, Pemerintah Lakukan Evaluasi Usai Tiga Peserta Meninggal
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Dugaan Bupati Gowa Selingkuh dengan Pria Diungkap Suami di DPRD
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Desain Plaza Seremoni IKN Raih Honour Award Internasional pada MLAA 2026
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.