Menteri Sekretaris Negara Pastikan Latsarmil SPPI Tetap Berjalan, Pemerintah Lakukan Evaluasi Usai Tiga Peserta Meninggal

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah memastikan pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tetap dilanjutkan meski tiga peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut guna memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan. Namun, ia memastikan evaluasi itu bukan berarti menghentikan pelaksanaan latihan dasar militer.

“Kalau evaluasi jelas dong. Semua proses akan kita lakukan. Kalau ada salah prosedur, tentu kita perbaiki. Kalau ternyata ada kelalaian yang mengarah pada pelanggaran prosedur, itu juga menjadi bagian dari evaluasi,” ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).

Prasetyo mengatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya kelalaian dalam penyelenggaraan latihan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, insiden meninggalnya para peserta terjadi pada hari-hari awal pelaksanaan pendidikan.

“Saya rasa belum ya, karena laporan yang kami terima kejadian itu terjadi pada hari pertama atau hari kedua pelaksanaan latihan,” katanya.

Ia menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto juga memantau langsung perkembangan kasus tersebut dan meminta agar pelaksanaan program terus diperbaiki ke depan.

“Kita tentunya pertama menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam. Tapi mari kita terus memperbaiki pelaksanaannya,” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta Program SPPI Tahun 2026 saat mengikuti Latsarmil di sejumlah satuan pendidikan TNI.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, peserta bernama Anisa Muyassaroh yang menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.

Anisa sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Sementara itu, peserta bernama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026.

Yonanda juga sempat mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, ia dinyatakan meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.

Kemhan menegaskan kedua peserta sebelumnya telah melalui seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan.

“Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, kedua peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan,” kata Rico.

Selain dua peserta tersebut, Kemhan juga menerima laporan meninggalnya peserta lain, Novia Rahmadhani Sihotang, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Kodiklatau Jakarta.

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta,” ujar Rico dalam keterangan tertulis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Menyiapkan Stimulus Transportasi Libur Sekolah 2026 dengan Diskon Tiket dan Insentif di Seluruh Moda
• 20 menit lalupantau.com
thumb
Pramono Anung Teken Perda Penataan Kabel Semrawut untuk Dukung Relokasi Utilitas di Jakarta
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Jirayut Akui Gugup Jalani Adegan Cium Genderuwo di Film Cek Khodam
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Musim Haji 2027, Garuda Indonesia Berpeluang Layani Penerbangan dari Arab Saudi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka Kasus Judi Online Internasional Hayam Wuruk, Didominasi WNA Vietnam
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.