Beijing (ANTARA) - Komisi Pusat Inspeksi Disiplin China (CCDI) sedang melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Kepala Badan Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional Bian Zhigang karena diduga melakukan pelanggaran serius.
"Bian, yang juga merupakan anggota Kelompok Partai Komunis China di lembaga tersebut, diselidiki oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis China dan Komisi Pengawas Nasional karena diduga melakukan pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum," ungkap media lokal.
Menurut media pemerintah China mengutip pengumuman CCDI, sebagaimana dilaporkan ANTARA dari Beijing, Jumat, Bian telah lama bekerja di sektor sains, teknologi, dan industri pertahanan China. Ia menduduki jabatan sebagai wakil kepala badan tersebut sejak Februari 2024.
Kelompok Partai Badan Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung tindakan CCDI dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bian Zhigang.
Baca juga: China selesaikan puluhan ribu kasus korupsi pada 2025
"Hal ini juga sepenuhnya mencerminkan sikap tegas Partai dalam mempertahankan perjuangan antikorupsi tanpa terkecuali. Setiap tindakan korupsi harus diberantas dan setiap praktik suap harus ditindak".
"Keputusan ini juga sepenuhnya mengirimkan sinyal kuat bahwa perjuangan melawan korupsi akan terus dilanjutkan sampai akhir, tanpa berhenti satu langkah pun dan tanpa mundur setengah langkah pun," kata Sekretaris Kelompok Partai sekaligus Kepala Badan, Shan Zhongde.
Bian diketahui membangun karier di Badan Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional China (SASTIND), yang bertugas mengawasi pengembangan industri pertahanan. Ia juga pernah berkarier di Badan Antariksa Nasional China (CNSA) sebagai wakil kepala.
Sebagai Wakil Kepala CNSA, Bian aktif mewakili lembaga tersebut dalam sejumlah forum internasional yang membahas proyek eksplorasi Bulan serta kerja sama antariksa global yang dikembangkan China.
Selain Bian, salah satu kasus yang melibatkan pejabat di badan antariksa China adalah Ma Xingrui, mantan anggota Politbiro PKC dan mantan Sekretaris PKC di Xinjiang. Pada April 2026, CCDI mengumumkan penyelidikan terhadap Ma karena dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum".
Ma merupakan pejabat yang telah lama bekerja di China Aerospace Science and Technology Corporation. Ia pernah menjabat sebagai manajer umum perusahaan tersebut pada 2007–2013, serta menjadi wakil komandan program antariksa berawak China dan komandan proyek roket peluncur generasi baru.
Kasus Bian ini menambah daftar panjang pejabat yang masuk dalam pemeriksaan sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang diinisiasi Xi Jinping sejak 2012.
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawas Nasional China melaporkan bahwa sepanjang 2025, sebanyak 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi serta 983 ribu orang telah dijatuhi hukuman atas kasus korupsi.
Baca juga: Dua eks menteri pertahanan China divonis mati karena tuduhan korupsi
"Bian, yang juga merupakan anggota Kelompok Partai Komunis China di lembaga tersebut, diselidiki oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin Partai Komunis China dan Komisi Pengawas Nasional karena diduga melakukan pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum," ungkap media lokal.
Menurut media pemerintah China mengutip pengumuman CCDI, sebagaimana dilaporkan ANTARA dari Beijing, Jumat, Bian telah lama bekerja di sektor sains, teknologi, dan industri pertahanan China. Ia menduduki jabatan sebagai wakil kepala badan tersebut sejak Februari 2024.
Kelompok Partai Badan Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung tindakan CCDI dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bian Zhigang.
Baca juga: China selesaikan puluhan ribu kasus korupsi pada 2025
"Hal ini juga sepenuhnya mencerminkan sikap tegas Partai dalam mempertahankan perjuangan antikorupsi tanpa terkecuali. Setiap tindakan korupsi harus diberantas dan setiap praktik suap harus ditindak".
"Keputusan ini juga sepenuhnya mengirimkan sinyal kuat bahwa perjuangan melawan korupsi akan terus dilanjutkan sampai akhir, tanpa berhenti satu langkah pun dan tanpa mundur setengah langkah pun," kata Sekretaris Kelompok Partai sekaligus Kepala Badan, Shan Zhongde.
Bian diketahui membangun karier di Badan Negara untuk Sains, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional China (SASTIND), yang bertugas mengawasi pengembangan industri pertahanan. Ia juga pernah berkarier di Badan Antariksa Nasional China (CNSA) sebagai wakil kepala.
Sebagai Wakil Kepala CNSA, Bian aktif mewakili lembaga tersebut dalam sejumlah forum internasional yang membahas proyek eksplorasi Bulan serta kerja sama antariksa global yang dikembangkan China.
Selain Bian, salah satu kasus yang melibatkan pejabat di badan antariksa China adalah Ma Xingrui, mantan anggota Politbiro PKC dan mantan Sekretaris PKC di Xinjiang. Pada April 2026, CCDI mengumumkan penyelidikan terhadap Ma karena dugaan "pelanggaran serius terhadap disiplin dan hukum".
Ma merupakan pejabat yang telah lama bekerja di China Aerospace Science and Technology Corporation. Ia pernah menjabat sebagai manajer umum perusahaan tersebut pada 2007–2013, serta menjadi wakil komandan program antariksa berawak China dan komandan proyek roket peluncur generasi baru.
Kasus Bian ini menambah daftar panjang pejabat yang masuk dalam pemeriksaan sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang diinisiasi Xi Jinping sejak 2012.
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin dan Komisi Pengawas Nasional China melaporkan bahwa sepanjang 2025, sebanyak 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi serta 983 ribu orang telah dijatuhi hukuman atas kasus korupsi.
Baca juga: Dua eks menteri pertahanan China divonis mati karena tuduhan korupsi





