China siap bantu korban gempa Venezuela

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China mengatakan siap membantu korban gempa di Venezuela akibat guncangan bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda negara tersebut.

"Kami siap melihat apa yang dapat kami lakukan untuk membantu sesuai dengan kebutuhan Venezuela," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (25/6).

Venezuela diguncang gempa besar bermagnitudo 7,2 pada Rabu (24/6) sore waktu setempat di dekat San Felipe, ibu kota Negara Bagian Yaracuy. Empat puluh detik kemudian, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah tenggara Yumare.

Peristiwa tersebut memicu peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Venezuela serta pulau-pulau Aruba, Bonaire, dan Curaçao yang merupakan wilayah Belanda.

"Kami menyampaikan simpati kepada pemerintah Venezuela dan masyarakat yang terdampak. Kami percaya bahwa di bawah kepemimpinan pemerintah Venezuela, rakyatnya akan pulih dan segera membangun kembali," tambah Guo Jiakun.

Guo Jiakun juga menyebut hingga saat ini belum ada laporan mengenai warga negara China yang menjadi korban gempa tersebut.

"Kami terus berkomunikasi dengan kedutaan kami di Caracas. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai warga negara China yang terluka atau tewas," ujar Guo Jiakun.

Baca juga: Pemimpin Asia sampaikan belasungkawa atas gempa Venezuela

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), episentrum gempa terletak di sebelah barat wilayah pesisir Moron, Venezuela, dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan gempa terasa sangat kuat di Caracas, ibu kota Venezuela, sehingga masyarakat berlarian keluar dari gedung-gedung tinggi untuk menyelamatkan diri.

Hingga Kamis (25/6), jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela meningkat menjadi 164 orang, sementara 971 orang lainnya terluka.

Penjabat Presiden Delcy Rodriguez mengatakan jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah karena tim penyelamat masih berfokus mengevakuasi warga yang terjebak di bangunan dan rumah yang runtuh.

Ia juga menyatakan telah menetapkan keadaan darurat nasional. Bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup sepenuhnya setelah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Menurut Delcy Rodriguez, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko telah menyatakan kesiapan untuk membantu Venezuela.

USGS memperkirakan terdapat peluang sebesar 42 persen bahwa jumlah korban tewas dapat mencapai antara 10.000 hingga 100.000 orang. La Guaira, yang berada di dekat Caracas, diperkirakan menjadi negara bagian yang paling terdampak akibat gempa tersebut.

USGS menyebut gempa utama tersebut sebagai gempa terbesar yang pernah tercatat melanda Venezuela sekaligus yang terkuat dalam lebih dari 125 tahun terakhir.

Baca juga: Sekjen PBB sangat sedih atas korban jiwa gempa bumi di Venezuela


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 5,6 di California Utara, Ponsel Warga di Wilayah Teluk San Francisco Mengeluarkan Peringatan
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Oknum Anggota Bidang IT Polda NTB Jadi Tersangka Kasus Asusila
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kutuk Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, DPR Desak Hukuman Kebiri Bagi Pelaku
• 16 jam laluokezone.com
thumb
NIB Bukan Aturan Khusus Kreator
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reuni di UHN, Agus Rahardjo & Sudirman Said Sebut RI Masuk Era Kegelapan Tata Kelola Negara
• 7 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.