200 Platform Digital Lapor ke Komdigi: Gim Daring hingga ChatGPT

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengatakan sebanyak 200 platform digital sudah melapor ke pihaknya terkait regulasi perlindungan anak, di antaranya ada Netflix hingga ChatGPT.

Dilansir ANTARA, Jumat (26/6/2026), Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pelaporan ini adalah bagian dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

"Kami melaporkan bahwa sudah melaporkan kepada Kemkomdigi kurang lebih 200 platform untuk memberikan asesmen terhadap profil resiko mereka masing-masing," kata Meutya saat ditemui usai pembukaan pameran foto "Perisai Tunas" di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat pada Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Menkomdigi: Netflix, PUBG hingga Shopee Sudah Lapor Penilaian Mandiri PP Tunas

Dia menyebutkan platform digital yang telah melaporkan penilaian mandiri mencakup e-commerce, gim daring, hingga hiburan.

Adapun beberapa platform di antaranya yakni Netflix, ChatGPT, Player Unknown's Battlegrounds (PUBG), Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Langkah selanjutnya: Asesmen profil risiko

Laporan penilaian mandiri platform digital saat ini tengah dievaluasi pemerintah untuk menentukan profil risiko masing-masing platform.

Meutya menjelaskan pendekatan berbasis risiko diterapkan agar setiap platform terdorong menghadirkan layanan yang semakin ramah anak.

"Kita tidak hanya menunda akses anak saja, tapi kita juga ingin ada perubahan perilaku dari platform. Jadi kita membuat aturannya itu berdasarkan risiko," kata Meutya.

Baca juga: Ikuti PP Tunas, Roblox Wajibkan Verifikasi Usia dan Bedakan Konten Sesuai Umur

Meutya menyampaikan proses evaluasi terhadap laporan penilaian yang telah disampaikan platform digital masih berlangsung.

Setelah penilaian selesai, pemerintah akan mengumumkan profil risiko masing-masing platform kepada publik.

"Kita saat ini tengah memeriksa berkas dari seluruh platform yang sudah masuk itu untuk menilai apakah ini resiko tinggi atau tidak," ujarnya.

Akun-akun anak dinonaktifkan di TikTok dan YouTube

Meutya juga memaparkan sebanyak 4,1 juta akun TikTok milik anak-anak telah dinonaktifkan hingga bulan Juni 2026. Selain itu, YouTube juga melaporkan telah menonaktifkan 600 ribu akun anak hingga bulan Mei 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia meminta platform digital yang belum melaporkan upaya penertiban akun anak untuk segera memenuhi kewajibannya.

"Kita tentu memberi waktu, namun demikian kita juga pasti akan melakukan pengawasan dan penegakan hukum jika memang tidak melaporkan," tegas Meutya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mayat Wanita Ditemukan Bersimbah Darah di Kontrakan di Surabaya, Diduga Dibunuh
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Fundamental Ekonomi RI Kembali Diklaim Masih Kuat di Mata Dunia, Dapat Kepercayaan MSCI
• 13 jam laludisway.id
thumb
Menhut: Indonesia Dorong Pembiayaan Konservasi Berbasis Alam
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Mahalnya Kata Maaf dari Orang Tua untuk Anak
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.