Amerika Serikat, VIVA – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kembali menegaskan bahwa negara-negara Eropa memberikan dukungan penting terhadap operasi militer Amerika Serikat yang menyasar Iran. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penggunaan pangkalan militer di Eropa sebagai titik keberangkatan ribuan penerbangan pesawat militer AS.
Pernyataan itu disampaikan Rutte saat berbicara dalam forum Atlantic Council di Washington pada Kamis, 26 Juni 2026. Ia menyebut operasi militer Amerika Serikat yang diberi nama "Epic Fury" sangat bergantung pada dukungan logistik dari kawasan Eropa.
Menurut Rutte, sekitar 4.000 hingga 5.000 penerbangan pesawat militer Amerika Serikat lepas landas dari pangkalan yang berada di wilayah Eropa untuk mendukung jalannya operasi tersebut.
Pernyataan itu kembali mempertegas penjelasan yang sebelumnya telah ia sampaikan sehari sebelumnya saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam kesempatan tersebut, Rutte juga menyinggung besarnya peran negara-negara anggota NATO dalam mendukung kebutuhan logistik operasi militer Washington.
Dukungan Logistik Jadi Faktor PentingRutte menjelaskan bahwa keberhasilan operasi "Epic Fury" tidak hanya bergantung pada kekuatan militer Amerika Serikat, tetapi juga pada dukungan infrastruktur dan logistik yang tersedia di kawasan Eropa.
Keberadaan pangkalan militer di negara-negara Eropa memungkinkan ribuan pesawat militer Amerika Serikat melakukan mobilisasi secara efektif untuk menjalankan operasi yang telah dirancang Washington.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kerja sama antara Amerika Serikat dan para sekutunya di NATO tetap berjalan dalam mendukung kepentingan militer Washington, meski sebelumnya sempat muncul perbedaan sikap di antara sejumlah negara anggota.
Iran Sebut Pernyataan Rutte sebagai PengakuanPernyataan Mark Rutte langsung mendapat respons dari pemerintah Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menilai ucapan Rutte sebagai pengakuan terbuka mengenai keterlibatan NATO dalam konflik yang melibatkan negaranya.
Baqaei menyebut pernyataan tersebut sebagai "pengakuan yang jelas dan memberatkan" terkait peran aktif NATO dalam konflik melawan Iran, yang merupakan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Iran, pengakuan tersebut memperkuat pandangan bahwa aliansi pertahanan itu tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga terlibat melalui dukungan logistik terhadap operasi militer Amerika Serikat.





