Digitalisasi Rumah Sakit Malaysia Jadi Referensi, HISFARSI Siapkan Transformasi Layanan di Indonesia

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA

Judul:

Baca Juga :
Prabowo: Kita Usahakan Obat untuk Rakyat Semurah-murahnya
Prabowo Prihatin Dengar Ibu Hamil Meninggal Pendarahan karena Lokasi RS Jauh

Transformasi Layanan Rumah Sakit Jadi Sorotan, Digitalisasi dan Peran Apoteker Kian Krusial

Transformasi Layanan Rumah Sakit Jadi Sorotan, Digitalisasi dan Peran Apoteker Kian Krusial

VIVA – Transformasi layanan kesehatan terus menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit yang lebih cepat, aman, dan berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong peningkatan mutu layanan tersebut dilakukan Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) DKI Jakarta melalui kegiatan benchmarking internasional ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 23–25 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen HISFARSI DKI Jakarta dalam mempelajari praktik terbaik pengelolaan layanan kesehatan di rumah sakit. Berbagai aspek menjadi fokus pembelajaran, mulai dari digitalisasi sistem rumah sakit, pengelolaan obat secara terpusat, hingga penguatan peran apoteker dalam pelayanan klinis yang dinilai memiliki potensi untuk diterapkan di Indonesia.

Ketua HISFARSI DKI Jakarta, Apt. Renni Septini, mengatakan benchmarking internasional ini bertujuan memperluas wawasan tenaga farmasi rumah sakit agar mampu menghadapi perubahan yang semakin cepat di sektor kesehatan.

Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan farmasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

"Kunjungan benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen HISFARSI DKI Jakarta untuk terus mendorong peningkatan mutu pelayanan farmasi dan pelayanan kesehatan rumah sakit melalui pembelajaran dari praktik-praktik terbaik di tingkat internasional," ujar Renni.

Rumah Sakit Dituntut Terus Beradaptasi

Renni menilai rumah sakit saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak hanya memberikan pelayanan medis, rumah sakit juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi serta memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan yang semakin berkualitas.

Ia mengatakan peran tenaga kesehatan kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan klinis semata. Pemanfaatan teknologi, peningkatan mutu layanan, hingga keselamatan pasien menjadi bagian penting yang harus terus dikembangkan melalui inovasi berkelanjutan.

"Peran tenaga kesehatan saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan klinis, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan. Mulai dari pemanfaatan teknologi hingga peningkatan mutu dan keselamatan pasien, seluruhnya membutuhkan inovasi yang dilakukan secara berkelanjutan," tambahnya.

Baca Juga :
Prabowo Resmikan RSUD Muhammad Thohir di Krui Lampung
Jutaan Warga Indonesia Masih Pilih Berobat ke Luar Negeri, Ini Tren Baru Kesehatan yang Lagi Diburu Orang Kaya
Penyakit Kronis Meningkat Layanan Kesehatan Dituntut Berubah Total, Seperti Apa?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjual Air Gun Ilegal di Tanjung Priok Jakut Beraksi sejak 2023, Raup Untung Rp 200 Juta
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Dirjen SPSK pastikan peluncuran Panda Bond masih sesuai jadwal
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Tekankan Pentingnya Harmonisasi Regulasi, Wamendagri Bima Dorong Penyempurnaan RUU Daerah Kepulauan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Sekutu AS Klaim Kemenangan atas China di "Arena Perang" Dekat RI
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Begini Cara Bahlil Mengawasi Batu Bara untuk PLN
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.