jpnn.com, DEPOK - Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar menyampaikan rasa hormat dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Hari Guru/Hari Silsilah ke-35 Tarekat Naqsyabandiyah Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok.
"Saya Menteri Agama RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan peringatan Hari Silsilah tarekat Naqsyabandiyah Prof Dr H Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi," kata Menag di depan ribuan jemaah, Minggu (20/6).
BACA JUGA: Jadi Ketum PIKI, Maruarar Sirait Yakini Menag Nasaruddin Adil Soal Hak Pendidikan Agama
Menag menyampaikan apresiasinya melalui tayangan video.
Menag melakukan itu, karena berhalangan untuk bisa bertatap muka langsung dengan ribuan jemaah tarekat.
BACA JUGA: Menag Nasaruddin Umar Masuk Bursa Ketua Umum PBNU
"Sebenarnya, saya pingin sekali, dan sudah menjadualkan. Tapi, tiba-tiba ada acara mendadak yang tidak boleh saya tundakan. Saya harus ke suatu tempat yang diperintahkan," kata Menag
Menag menegaskan peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang dan meneladani sosok Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya sebagai seorang ulama besar, seorang akademisi dan seorang mursyid kharismatik.
BACA JUGA: Lukman Eks Menag Ungkap Isi Pembahasan Megawati saat Bertemu Tokoh GNB
"(Beliau) yang memimpin silsilah emas tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah," tegas Menag.
Beliau, lanjut Menag, membuktikan bahwa kecintaan kepada Allah SWT dan kedalaman spiritual tidak menghalangi kiprah seseorang berkontribusi pada negara, ilmu pengetahuan, dan keluarga.
"Peranan tarekat Naqsyabandiyah yang berpusat pada dzikrullah diharapkan mampu menjadi penawar, benteng pertahanan umat, sebagai sarana taqziatul nafs, dan membangun kesalehan individual, sekaligus memperkuat kesalehan sosial," kata Menag.
Menurutnya, tarekat telah tumbuh secara historis menjadi pilar penjaga moral bangsa, penyebar Islam yang rahmatalil alamin, serta elemen perekat persatuan dan kesatuan NKRI.
"Pemerintah melalui Kementerian Agama mengajak seluruh jemaah Naqsyabandiyah untuk terus mendoakan bangsa Indonesia agar semakin damai dan sejahtera didalam lindungan Allah," tutur Menag.
"Mari kita teruskan semangat perjuangan Ayahanda Guru kita, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga di dalam pengabdian kepada masyarat, keluarga dan negara," imbuhnya .
Menag berharap peringatan hari silsilah ini menjadi momen peningkatan kualitas ibadah kiita, mempererat tali silaturahmi dan memberikan keberkahan bagi kita semua.
"Sekali lagi, saya mohon maaf bapak ibu sekalian, tanpa mengurangi rasa respek, hormat saya, tetaplah melanjutkan kegiatannya, mudah mudahan semuanya sukses," kata Menag.
Hari Guru atau Hari Silsilah yang tiap tahun diperingati oleh Yayasan Surau Qutubul Amin (SQA) berlangsung pada hari kelahiran Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
Kegiatan berlangung sejak Pukul 07.00 hingga Ashar di Pendopo Agung SQA. Dirangkai kegiatan ziarah akbar seluruh jemaah antara Pukul 10.30 sampai 14.30 WIB.
Massa jemaah datang dari dalam maupun luar negeri, seperti Malaysia. Bahkan, ada yang dari Swiss.
Menteri Koodinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pun hadir bersama para murid tarikat dari kalangan pejabat pemerintahan lainnya.
"Di dalam pengabdian dan doa doa, tanpa perintah dan permintaan dari pemerintah, dari siapa pun, thoriqoh ini terus mendoakan bangsa kita," kata Abangda Muhaimin, panggilan lazim jamaah tarekat ini kepada Menko.
Sejumlah pejabat Depok juga hadir sebagai tamu undangan.
Di antaranya, Walikota Depok diwakili Wawali Chandra Rahmansyah, Kakesbangpol Depok Imaduddin, Ketua MUI Depok diwakili KH Ade Yusuf Mujaddid, Ketua DMI Depok H Eko Waludi, Ketua FKUB Depok KH Abdul Gani.
Ketua Majelis Silaturrahmi SQA H Suroso menyampaikan terima kasih atas atensi Menag dan Menko Muhaimin terhadap peringatan akbar Akbar tahun ini.
"Kami juga sangat mengapresiasi perhatian besar Pak Menko Muhaimin Iskandar dan Pak Menag Nasaruddin Umar terhadap peringatan Akbar ini," kata H Suroso.
Keduanya hadir di momen ini sama sama dua kali. Hanya, lanjut H Suroso, Menag saat kali pertama hadir sebagai pembicara seminar HG 100 tahun 2017 masih menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif




